AS Kembali Tegaskan Siap Naikkan Tarif ke Tiongkok

   •    Sabtu, 03 Nov 2018 19:01 WIB
ekonomi amerikaekonomi chinationgkokas-tiongkokPerang dagang
AS Kembali Tegaskan Siap Naikkan Tarif ke Tiongkok
Ilustrasi (JOHN MACDOUGALL/AFP)

New York: Penasihat ekonomi utama Presiden Donald Trump, Larry Kudlow kembali memberikan sedikit tekanan bahwa Trump dapat menerapkan tarif yang lebih tinggi kepada Tiongkok di tengah pertempuran perdagangan kedua negara yang kian meningkat. Tentu ada harapan agar perang perdagangan tersebut bisa mulai mereda dari waktu ke waktu.

"Tidak ada yang diatur sekarang," kata Larry Kudlow, menjelang pembicaraan potensial antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada KTT G-20 bulan depan, seperti dilansir dari CNBC, Sabtu, 3 November 2018.

Washington dan Beijing telah memberlakukan serangkaian tarif yang terus meningkat sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang kerusakan lebih luas terhadap ekonomi AS. Trump telah memunculkan kemungkinan menampar tarif pada USD267 miliar impor dari Tiongkok.

Kudlow mengatakan pembicaraan kebijakan akan menentukan apakah Gedung Putih membebankan tugas tambahan atau tidak dan ditegaskan bukan dilakukan secara sewenang-wenang. Ia menegaskan bahwa administrasi Trump tidak akan menyebutkan tuntutan spesifik yang diinginkan Trump untuk bertemu Tiongkok terkait mengurangi tarif.

Namun dia mencatat Presiden Trump telah berulang kali mendorong Beijing untuk mengatasi dugaan pencurian kekayaan intelektual dan hambatan impor AS. "Ada kemungkinan beberapa hal positif yang saya katakan bisa keluar dari pembicaraan antara Presiden Trump dan Presiden Xi. Itu mungkin," tuturnya.

Kudlow berpikir para pemimpin akan bertemu bulan depan, tetapi mengatakan tidak ada agenda yang ditentukan. Administrasi Trump telah menampar tarif pada USD250 miliar barang-barang Tiongkok. Sedangkan Tiongkok membalas aksi serupa dengan pengenaan tarif yang sama kepada Amerika Serikat.


(ABD)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

9 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA