Menteri Energi Rusia-Saudi Bahas Rencana Produksi Minyak

   •    Rabu, 04 Jul 2018 11:03 WIB
minyak mentah
Menteri Energi Rusia-Saudi Bahas Rencana Produksi Minyak
Ilustrasi (AFP PHOTO/AMER HILABI)

Moskow: Kementerian Energi Rusia mengatakan Menteri Energi Rusia dan Arab Saudi membahas rencana kedua negara untuk produksi minyak. Kondisi itu dengan mempertimbangkan keputusan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen non-OPEC untuk meningkatkan produksi minyak.

Mengutip Antara, Rabu, 4 Juli 2018, menurut sebuah pernyataan oleh kementerian, Menteri Energi Rusia Alexander Novak dan mitranya Arab Saudi Khalid Al-Falih bertukar informasi melalui telepon tentang rencana produksi minyak masing-masing sesuai dengan keputusan, yang sesuai dengan peningkatan produksi minyak sekitar 1 juta barel per hari.

Bulan lalu, OPEC dan produsen minyak non-OPEC, termasuk Rusia, mengadakan pertemuan di Ibu Kota Austria, Wina, dan memutuskan untuk tetap pada kepatuhan 100 persen pagu produksi minyak yang telah ditentukan, sehingga memungkinkan peningkatan produksi minyak sesuai kesepakatan para peserta mengurangi produksi lebih dari yang dibutuhkan.

"Kami menyentuh masalah perubahan metodologi pemantauan berkaitan tugas mengurangi tingkat pelaksanaan perjanjian hingga 100 persen dalam penyelarasan dengan pernyataan OPEC dan non-OPEC," kata pernyataan itu.



"Para menteri sepakat menginstruksikan Komite Teknis Gabungan untuk mengembangkan prosedur yang tepat dan menyerahkannya untuk dipertimbangkan oleh Komite Pemantau," tambahnya.

Para menteri juga sepakat untuk melanjutkan koordinasi dan konsultasi yang erat antara Rusia dan Arab Saudi, serta dengan mitra produsen lainnya di bawah Deklarasi Kerja Sama untuk kepentingan produsen, konsumen, dan ekonomi dunia, katanya.

Deklarasi Kerja Sama merupakan hasil dari pertemuan tingkat menteri OPEC dan produsen minyak non-OPEC pada Desember 2016, yang menetapkan pengurangan produksi minyak sekitar 1,8 juta barel per hari. Perjanjian, yang mulai berlaku pada 2017, telah diperpanjang dua kali sejak saat itu dan diperkirakan akan tetap berlaku hingga akhir 2018.

 


(ABD)


Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

3 hours Ago

Perang dagang yang kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok secara langs…

BERITA LAINNYA