Tiongkok Janji Buka Keran Dagang

   •    Rabu, 11 Apr 2018 11:50 WIB
tiongkok
Tiongkok Janji Buka Keran Dagang
Presiden Tiongkok Xi Jinping. (FOTO: AFP)

Jakarta: Presiden Tiongkok Xi Jinping berjanji menurunkan tarif mobil tahun ini sebagai upaya untuk lebih membuka ekonomi negara itu. Saat ini, ekonomi Tiongkok tercatat sebagai kedua terbesar di dunia.

Pemerintah Tiongkok melakukan itu untuk menjawab tindakan-tindakan Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan Xi dan saling ancam antara AS dan 'Negeri Tirai Bambu' terkait dengan pemberlakukan tarif bea masuk telah menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya perang dagang lebih luas yang dapat mengoyak perekonomian global.

Meskipun Xi tidak secara langsung menyebutkan kebijakan penurunan tarif mobil untuk permintaan dari Presiden AS Donald Trump, dia menegaskan Beijing tidak mencari surplus perdagangan dan berharap akan meningkatkan impor.

Pernyataan tersebut dilontarkan Xi pada sebuah forum ekonomi di Pulau Selatan Hainan.

Tidak hanya itu, dalam pidatonya Xi juga menyinggung upaya pembangunan global. Dia mengatakan bahwa mentalitas Perang Dingin dan zero-sum game sudah semakin usang dan ketinggalan zaman.

"Tiongkok akan menurunkan tarif pada mobil dan produk lainnya tahun ini. Tiongkok juga akan mengambil langkah untuk meliberalisasi investasi mobil dan melindungi kekayaan intelektual," kata Xi.

Sebagai informasi, semua hal yang diungkapkan Xi tersebut ada di bagian teratas dalam daftar tuntutan Washington.

"Globalisasi ekonomi ialah tren yang tidak dapat diubah saat ini. Pintu Tiongkok tidak akan ditutup, hanya akan terbuka lebih lebar dan lebih lebar lagi," paparnya.

Target Trump

Sebelumnya, melalui cicitan yang ditulis Trump pada Senin, 9 April 2018, persoalan tarif mobil Tiongkok ialah salah satu hal yang dikritisi. Trump mengatakan Tiongkok mengenakan tarif jauh lebih tinggi ketimbang AS.

"Apakah itu terdengar seperti perdagangan bebas atau adil? Tidak, justru kedengarannya seperti perdagangan bodoh yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun!" kicau Trump.

Sementara itu, pidato Xi mendapat dukungan dari pasar dunia. Bursa saham Asia ditutup lebih tinggi dan saham Eropa naik pada sesi pembukaan setelah beberapa pekan terakhir terpuruk.

"Pasar Asia senang, pasar AS dan Eropa juga cenderung senang," kata Christopher Balding, profesor ekonomi di Universitas Peking.

Di tempat terpisah, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde, mengucapkan selamat kepada pemimpin Tiongkok atas komitmennya pada keterbukaan ekonomi negara itu.

"Tindakan yang dia lakukan seperti melepas topi, yaitu mengurangi hambatan yang sangat spesifik," kata Lagarde kepada para peserta Forum Boao di Hainan. (Media Indonesia)

 


(AHL)