Tarif Trump Diprediksi Pukul Daya Beli Konsumen

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 07 Apr 2018 16:03 WIB
ekonomi amerikaekonomi chinationgkokas-tiongkokPerang dagang
Tarif Trump Diprediksi Pukul Daya Beli Konsumen
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (FOTO: AFP)

New York: Pengecer di Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahwa tarif yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump pada impor Tiongkok akan menaikkan harga untuk konsumen pada banyak produk. Daftar Trump mencakup lebih dari 1.300 barang, seperti televisi layar datar, peralatan, dan produk konsumen sehari-hari.

Para pakar industri takut pengecer yang menjual barang-barang elektronik akan sangat terpengaruh dengan keputusan pengenaan tarif tersebut. Namun, dampaknya harus minimal, kata para pakar, meskipun itu bisa berubah jika Trump memutuskan untuk mengubah arah dan menargetkan berbagai produk yang lebih luas.

"Seperti yang telah kami katakan selama ini, tarif adalah pajak pada konsumen dan hambatan bagi ekonomi nasional. Seluruh proses ini menciptakan ketidakpastian dan menyulitkan perusahaan ritel yang harus bergantung pada rantai pasokan global yang rumit," kata Presiden dan CEO Federasi Ritel Nasional Matthew Shay, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 7 April 2018.

NRF akan mendesak administrasi Trump untuk meminta pertanggungjawaban Tiongkok tetapi mengakui konsekuensi yang tidak diinginkan dari kebijakan perdagangan proteksionis. Tentu ada harapan agar kebijakan pengenaan tarif oleh Trump tidak diberlakukan demi kepentingan bersama.



Bulan lalu, CEO Best Buy Hubert Joly mengaku dia takut pembalasan oleh Tiongkok karena Trump mengumumkan rencananya guna menjatuhkan tarif pada baja dan aluminium. Trump sebelumnya menyetujui tarif pada sel surya dan mesin cuci tertentu.

Tak lama setelah daftar terbaru dari 1.300 barang Trump dirilis, Tiongkok langsung mengancam untuk menerapkan tarifnya sendiri pada 106 produk AS, termasuk mobil, pesawat, jus jeruk, dan kedelai. Tanggapan Tiongkok memicu kekhawatiran bahwa perang dagang yang melibatkan dua ekonomi terbesar di dunia dapat dengan cepat meningkat.

"Kami menantikan kesempatan untuk berbagi pemikiran kami tentang daftar produk yang diusulkan dan tentang bagaimana memastikan langkah-langkah ini tidak secara tidak sengaja menyakiti jutaan keluarga Amerika, siswa, usaha kecil, dan sekolah dengan menyebabkan mereka membayar lebih banyak," Hubert Joly.

 


(ABD)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA