Perbankan Inggris akan Kehilangan Akses di Uni Eropa Usai Brexit

Angga Bratadharma    •    Selasa, 20 Sep 2016 14:49 WIB
brexit
Perbankan Inggris akan Kehilangan Akses di Uni Eropa Usai Brexit
Kota London, Inggris (REUTERS/Greg Bos)

Metrotvnews.com, New York: Bank yang berbasis di Inggris akan kehilangan akses ke pasar Uni Eropa setelah warga Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa atau Brexit. Namun, hal itu dikecualikan jika Inggris tetap berada di kelompok perdagangan Eropa yang luas yang mencakup negara-negara seperti Norwegia.

Jens Weidmann, membicarakan garis sinyal yang cukup keras usai Brexit, mengatakan Inggris perlu berada di Wilayah Ekonomi Eropa atau European Economic Area (EEA) untuk menjaga apa yang disebut passporting yang memungkinkan bank menjual jasa pelayanan mereka di Uni Eropa.

EEA adalah klub perdagangan yang terdiri dari 28 negara Uni Eropa ditambah Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein. Tiga negara non-Uni Eropa tersebut dapat mengakses pasar tunggal blok itu sebagai imbalan untuk menerapkan aturan dan menerima gerakan bebas dari warga negara Uni Eropa.

"Hak passporting terikat ke pasar tunggal dan akan otomatis berhenti berlaku jika Inggris tidak lagi menjadi anggota, setidaknya jika tidak menjadi bagian dari EEA," kata Kepala Bank Sentral Jerman Weidmann, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (20/9/2016).

Namun, keputusan Inggris untuk bergabung dengan EEA dan menerima gerakan bebas dari warga negara Uni Eropa secara politis akan sulit dilakukan. Apalagi, Pemerintah Inggris telah berjanji melaksanakan Brexit setelah pemungutan suara menghasilkan keputusan untuk meninggalkan Uni Eropa.

Dalam hal ini, hak passporting dianggap menjadi faktor penting yang mendukung posisi London sebagai pusat keuangan global. Kehilangan tersebut akan menjadi pukulan bagi industri jasa keuangan yang menghasilkan sekitar 12 persen dari output ekonomi nasional.

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengungkapkan bahwa ia tidak akan memicu untuk memulai Pasal 50 dari Perjanjian Uni Eropa guna memulai pembicaraan perceraian formal dengan Brussels sebelum akhir tahun ini. May mendapat banyak tekanan yang keras dari pemerintahannya atas Brexit ini.


(ABD)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA