Hema, Konsep Toko Online dan Offline Alibaba

Arif Wicaksono    •    Sabtu, 11 Nov 2017 10:13 WIB
transaksi non tunaialibaba
Hema, Konsep Toko <i>Online</i> dan <i>Offline</i> Alibaba
Suasana pengunaan transaksi nontunai di Hema. (FOTO: MTVN/Arif Wicaksono)

Shanghai: Alibaba melalui jaringan Toko Hema sedang fokus mengembangkan konsep bisnis online dan offline secara bersamaan. Dalam konsep ini konsumen akan diberikan pilihan ingin datang ke toko atau hanya berbelanja lewat online.

Dalam kunjungan media ke toko Hema yang berlokasi di Daning Music Plaza Shanghai, Jumat 10 November 2017, sembilan wartawan dari Indonesia menyaksikan beberapa konsumen melakukan transaksi pembelian dengan menggunakan aplikasi digital (cashless).

Pantauan Metrotvnews.com, para konsumen yang memilih belanja melalui offline diberikan pilihan untuk memindai barcode dari produk yang dipilih di anjungan mesin pembayaran.

Kemudian konsumen langsung dapat melakukan pembayaran dengan Alipay baik dengan debit ataupun kredit. Ini memberikan pilihan kepada konsumen selain pembayaran melalui cash.


Aline de Rose. (FOTO: MTVN/Arif)

Pembayaran juga bisa dilakukan melalui face recognition dengan memindai wajah yang nantinya akan dicocokan dengan data dalam Alipay. Fitur ini hanya dapat digunakan untuk warga negara Tiongkok. Bank yang bisa digunakan untuk transaksi adalah bank yang berasal dari Tiongkok.

Pilihan lain diberikan adalah dengan berbelanja online. Belanja online dapat dilakukan di depan komputer dengan memilih produk yang akan disukai. Kemudian pilihan lainnya adalah dengan memilih produk di lokasi toko kemudian memilih fitur untuk mengantarkan barang itu ke rumah.

Pelayanan online ini juga terbatas. Hema hanya melayani pengantaran produk ke tempat konsumen dengan radius maksimal tiga kilometer (km) dari toko. Pilihan ini untuk menjaga kualitas produk di toko Hena yang menjual ikan segar dan buah-buahan.



Sebagian ikan yang dijual juga memiliki durasi yang singkat dengan masa waktu selama sehari. Setelah itu ikan tak bisa dijual karena dikhawatirkan akan menganggu kesehatan konsumen. Jika konsumen merasa ikan sudah beracun, konsumen bisa melaporkan ke customer service Hema.

Jaringan toko ritel Hema memiliki 20 outlet di Tiongkok meliputi 13 toko di Shanghai, tiga di Beijing dan masing-masing satu toko di Ningbo, Hangzhou, Guinyang, dan Shenzen.

Dalam pantauan berbagai kebutuhan dasar seperti bumbu dapur, kopi hingga ikan serta buah-buahan segar. Selain itu Hema melalui aplikasinya juga menawarkan pembelian makanan dari restoran terdekat toko tersebut.


(AHL)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA