Annual Meeting IMF-WB 2018

Afrika Paling Tertarik dengan Paviliun Indonesia

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 12 Oct 2018 14:02 WIB
bniIMF-World Bank
Afrika Paling Tertarik dengan Paviliun Indonesia
Delegasi Afrika melihat Paviliun Indonesia di Annual Meeting IMF-World Bank 2018. Foto: Medcom.id/Ade Hapsari Lestarini.

Nusa Dua: Delegasi Afrika tertarik melihat Paviliun Indonesia di Annual Meeting IMF-World Bank 2018. Ketertarikan mereka terhadap Indonesia ditunjukkan dengan berinvestasi langsung.

Paviliun Indonesia menjadi jendela pertama bagi para anggota delegasi yang hadir. Di dalam Paviliun Indonesia, para delegasi diperkenalkan mengenai informasi-informasi yang merepresentasikan segala keunggulan, keindahan, dan keunikan Indonesia.

Pada dasarnya, sumber daya alam dari benua terbesar ketiga di dunia ini cukup besar. Namun mereka belum tahu cara mengolahnya, sehingga para delegasi dari Afrika ini tertarik untuk lebih dalam menyerap ilmu dari Indonesia.

"Delegasi Afrika sangat tertarik sekali. Bahkan mereka kaget kalau bahan bambu bisa dirakit menjadi stan," tutur Staf ITDC Lombok Gandi Sunarto, kepada Medcom.id, saat ditemui di Paviliun Indonesia, Jumat, 12 Oktober 2018.

Gandi yang menjaga stan kawasan 'Mandalika' ini menuturkan, para delegasi dari Afrika tersebut juga mengagumi keindahan Indonesia.

"Ketika mereka mengunjungi stan kami, Kawasan Mandalika, mereka mencoba melihat kawasan ini pakai VR (virtual reality). Mereka (delegasi Afrika) sangat terkesan," tambahnya.


(Stan PT LEN (Persero) menghadirkan solar city atau kota yang mengimplementasikan energi solar. Foto: Medcom.id/Ade Hapsari Lestarini).

Senada, hal tersebut juga tampak dari stan PT LEN (Persero). BUMN ini menghadirkan solar city atau kota yang mengimplementasikan energi solar di Subang, Jawa Barat.

"Ini (solar city) paling sering ditanya sama delegasi Afrika. Mereka juga tertarik mau beli kereta dari PT INKA, dan sudah kasih kartu nama," jelas Gabriella, salah satu penjaga stan lainnya.

Menurut dia, delegasi dari Bank Sentral Ghana tertarik untuk memesan kereta buatan Indonesia. Melalui Director Financial Market Department Sentral Bank of Ghana Steve Opata, mereka pun berencana memesan kereta api.

Untuk mendukung kemudahan para delegasi dan tamu bertransaksi dalam pertemuan tahunan IMF-WB 2018, PT Bank Negara Indonesia Tbk (Bank BNI) menyediakan kartu debit virtual account. Kartu tersebut dapat digunakan selama pertemuan ekonomi bergengsi kelas dunia ini.

Melalui kartu debit virtual account tersebut, delegasi dan tamu bisa melakukan kegiatan transaksi seperti tarik tunai dan transfer di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik bank BUMN seperti Bank Mandiri, Bank BRI, dan ATM Bersama. Selain transaksi di ATM, kartu debit ini juga bisa ditransaksikan secara virtual.

Pada perhelatan IMF-WB 2018, BNI mencetak kartu debit virtual account sebanyak 760 buah guna menampung dana dari setiap delegasi. Di samping itu, bank pelat merah ini juga menyiapkan layanan dengan memperbanyak mesin EDC (Electronic Data Capture) sebanyak 7.432 unit di seluruh Bali.


(HUS)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

2 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA