Trump Berlakukan Sanksi Minyak ke Iran Bertahap

Angga Bratadharma    •    Selasa, 06 Nov 2018 11:33 WIB
minyak mentahekonomi amerikairan
Trump Berlakukan Sanksi Minyak ke Iran Bertahap
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (FOTO: AFP)

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana memberlakukan sanksi pada minyak Iran secara bertahap. Adapun pengenaan sanksi kepada Iran menimbulkan kekhawatiran di pasar energi yang mengejutkan dan menyebabkan lonjakan harga minyak global.

"Dengan minyak, itu sangat menarik. Kami memiliki sanksi terberat yang pernah diberlakukan, tetapi pada minyak kami ingin sedikit lebih lambat karena saya tidak ingin mendorong (naik) harga minyak di dunia," kata Trump, kepada wartawan, seperti dikutip dari CNBC, Selasa, 6 November 2018.

Meski demikian, Trump terlihat sangat berhati-hati memberlakukan sanksi kepada Iran. Dia berupaya agar harga minyak dunia tidak naik secara signifikan usai pengenaan sanksi. Langkah tersebut diambil dengan harapan tidak memberikan tekanan terhadap harga minyak Amerika Serikat, dan perekonomian secara umum.

"Ini tidak ada hubungannya dengan Iran. Saya bisa membuat minyak Iran turun ke nol dengan segera tetapi itu akan menyebabkan kejutan ke pasar. Saya tidak ingin menaikkan harga minyak," ungkap Trump.



Amerika Serikat pada Senin waktu setempat kembali memberlakukan sanksi ke Iran yang menargetkan sektor minyak, perbankan, dan transportasi serta mengancam lebih banyak tindakan lainnya. Langkah itu merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengekang program rudal dan nuklir Teheran.

Selain itu, merupakan upaya guna mengurangi pengaruh Iran di Timur Tengah, terutama dukungannya untuk proksi di Suriah, Yaman, dan Lebanon. Langkah Trump menargetkan sumber pendapatan utama Iran yakni ekspor minyaknya, serta sektor keuangannya.

"Jika Anda perhatikan, harga minyak akan turun sangat substansial, meskipun fakta bahwa setengah dari kapasitas mereka telah hilang. Itu akan menjadi pengenaan tarif minyak secara bertahap," kata Trump.

Adapun minyak mentah Brent berjangka naik 34 sen AS menjadi menetap di USD73,17 per barel. Sementara kontrak berjangka minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 4 sen AS menjadi  USD63,10 per barel. Kedua patokan minyak telah merosot lebih dari 15 persen sejak mencapai level tertinggi empat tahun pada awal Oktober.

 


(ABD)