Kurangi Kesenjangan, Australia Terapkan Pajak Progresif

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 09 Aug 2017 18:57 WIB
australia
Kurangi Kesenjangan, Australia Terapkan Pajak Progresif
Perwakilan Kedubes Australia untuk Indonesia Bradley Amstrong (kanan). ANT/Lina Herlina.

Metrotvnews.com, Jakarta: Masalah ketimpangan tak hanya dialami oleh Indonesia. Negara lain di dunia pun mengalami hal yang sama, termasuk Australia.

Perwakilan Kedubes Australia untuk Indonesia Bradley Armstrong mengatakan, berbagai kebijakan domestik dikembangkan untuk mengatasi ketimpangan di Negeri Kanguru tersebut.

Salah satunya yakni dengan menerapkan pajak progresif yakni pengenaan pajak yang sesuai dengan penghasilan. Dengan kata lain, semakin tinggi penghasilan seseorang maka tanggung jawab dan sumbangan untuk mengatasi ketimpangan semakin besar.

"Kami terapkan sistem pajak progresif, yang beban pajak semakin tinggi seiring dengan tingkat penghasilan seseorang," kata Bradley dalam acara Indonesia Development Forum di Westin Hotel, Jakarta Selatan, Rabu 9 Agustus 2017.

Bradley mengatakan, 20 persen masyarakat kelas menengah ke atas, menyumbang kurang lebih 70 persen pendapatan pajak yang dikumpulkan negara. Sementara 40 persen kelas menengah ke bawah, kontribusinya terhadap penerimaan negara hanya tujuh persen. Dirinya bilang, upaya ini diakui sangat membantu Australia untuk meraih peluang-peluang ekonomi yang tumbuh.

"Australia bisa membiayai program jaringan sosial yang ditargetkan untuk memastikan warganya yang paling membutuhkan dapat memperoleh akses layanan kesehatan dan menikmati fasilitas dasar," ujar dia.

Dengan adanya sistem pajak tersebut, Australia dapat mengalokasikan anggaran transfer sosial sebesar USD140 miliar atau setara Rp1.600 triliun untuk mengurangi kesenjangan. Menurut dia, tanpa sistem perpajakan yang progresif, maka tingkat kesenjangan Australia diperkirakan menjadi 0,52. Sementara saat ini tingkat ketimpangan ada pada posisi 0,33.

Selain itu, sambung dirinya, upaya lain yang dilakukan yakni dengan menciptakan kesempatan kerja bagi warganya. Diakui Bradley, kesempatan kerja merupakan jalan terbaik untuk menciptakan kesejahteraan warga. Dirinya menyebutkan, Pemerintah Australia berupaya untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi 240 ribu pekerja pada beberapa tahun lalu.

"Kami berupaya keras untuk memastikan bahwa pekerjaan ini tersedia dan merata bagi semua warga negara melalui berbagai mekanisme termasuk UU antidiskriminasi," pungkas dia.


(SAW)