Yuan Tiongkok Menguat jadi 6,2834 terhadap USD

   •    Kamis, 12 Apr 2018 13:21 WIB
ekonomi chinationgkok
Yuan Tiongkok Menguat jadi 6,2834 terhadap USD
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Beijing: Kurs tengah nilai tukar mata uang Tiongkok renminbi atau yuan menguat sebanyak 77 basis poin menjadi 6,2834 terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Kamis, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing Tiongkok.

Mengutip Antara, Kamis, 12 April 2018, di pasar spot valuta asing Tiongkok, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan. Kurs tengah yuan terhadap USD didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja.

Sementara itu, saham-saham Tiongkok dibuka lebih rendah pada perdagangan Kamis, dengan Indeks Komposit Shanghai melemah 0,15 persen menjadi diperdagangkan di 3.203,28 poin. Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua Tiongkok, dibuka turun 0,1 persen menjadi diperdagangkan pada 10.797,35 poin.

Sedangkan indeks ChiNext, yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq Tiongkok, berkurang 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 1.830,91 poin.

Di sisi lain, bursa saham Wall Street ditutup lebih rendah atau runtuh pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) karena investor mencerna data ekonomi terbaru dan kekhawatiran ketegangan geopolitik yang baru. Ada harapan agar ketegangan geopolitik bisa segera mereda dan di sisi lain perlu ada upaya bersama untuk menjaga stabilitas ekonomi dunia.

Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 218,55 poin atau 0,90 persen menjadi 24.189,45. Sedangkan S&P 500 terhapus sebanyak 14,68 poin atau 0,55 persen menjadi 2.642.19. Indeks Nasdaq Composite turun 25,27 poin atau 0,36 persen menjadi 7.069,03.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam cuitannya pada Rabu pagi menyebutkan bahwa rudal AS akan datang sebagai tanggapan terhadap dugaan serangan kimia Suriah, mendorong kekhawatiran baru atas persaingan geopolitik antara Moskow dan Washington atas Suriah.


(ABD)