Emas Dunia Jatuh di Tengah Data Ekonomi Positif

   •    Rabu, 30 Nov 2016 10:10 WIB
harga emas
Emas Dunia Jatuh di Tengah Data Ekonomi Positif
Ilustrasi (AFP PHOTO/MAHMUD HAMS)

Metrotvnews.com, Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange jatuh pada Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB), karena salah satu alat ukurnya, dolar Amerika Serikat (USD), sempat berada di kisaran tertinggi baru 52-minggu di tengah data ekonomi AS yang positif.

Mengutip Antara, Rabu 30 November, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari mengalami penurunan sebanyak USD3 atau 0,25 persen menjadi menetap di sebesar USD1.190,80 per ounce.

Logam mulia diletakkan di bawah tekanan luas, karena Departemen Perdagangan AS merilis laporan Produk Domestik Bruto (PDB) pada Selasa yang menunjukkan pertumbuhan 3,2 persen selama kuartal ketiga 2016.

Baca: Emas Antam Bergerak Naik Jadi Rp601.000/Gram

Analis mencatat angka itu berada pada ujung tinggi dari konsensus dan memberi semangat kepada investor yang terus memperkirakan kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS pada Desember.

Investor percaya Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember. Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 menjadi setidaknya 0,75 adalah 96 persen pada pertemuan Desember dan 95 persen pada pertemuan Februari.


Sumber: Nasdaq

Emas berada di bawah tekanan lebih lanjut karena dolar AS menghabiskan sebagian besar hari di dekat tertinggi 52-minggu, penghalang teknis utama yang mengurangi permintaan safe haven untuk logam mulia.

Baca: Perdagangan Teknikal Dorong Harga Emas Menguat

Pada akhir hari perdagangan, indeks dolar AS melemah 0,18 persen menjadi 100,98 pada pukul 19.45 GMT, tetapi penguatan di sebagian panjang hari melebihi perdagangan jelang penutupan pasar.

Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Baca: Emas Antam Kembali Bersinar ke Rp602.000/Gram

Perak untuk pengiriman Maret bertambah 6,5 sen atau 0,39 persen menjadi ditutup pada USD16,74 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD2 atau 0,22 persen menjadi ditutup pada USD921,30 per ounce.

 


(ABD)