Wells Fargo Dapat Gugatan Baru

Angga Bratadharma    •    Senin, 28 Nov 2016 08:38 WIB
perbankan
Wells Fargo Dapat Gugatan Baru
Wells Fargo (REUTERS/Robert Galbraith)

Metrotvnews.com, New York: Wells Fargo & Co (WFC.N) menghadapi gugatan baru dari Amerika Serikat mengenai klaim adanya penyaluran dana sebesar USD3 miliar dari tabungan pensiun karyawan, dengan dugaan dalam rangka memperkaya dirinya sendiri. Sejauh ini, Wells Fargo terus mendapatkan banyak persoalan yang harus diselesaikan secepat mungkin.

Mengutip Reuters, Senin 28 November, gugatan yang diusulkan dan diajukan pada beberapa waktu yang lalu di pengadilan federal di Minnesota, menuduh bank terbesar ketiga di AS melakukan hal itu. Tentu hal ini masih harus menunggu proses hukum yang berlaku dan melihat bagaimana akhir keputusannya.

Gugatan yang diajukan oleh karyawan yang dipimpin oleh John Meiners, dari St. Louis, berusaha untuk menutup biaya kelebihan dan keuntungan yang belum direalisasikan dan berasal dari dugaan pelanggaran Wells Fargo. Akan tetapi, segala sesuatunya masih menunggu proses peradilan.

Baca: Wells Fargo Minta Pengadilan AS Berhentikan Proses Hukum

Seorang juru bicara Wells Fargo tidak memiliki komentar segera pada Jumat. Wells Fargo sudah menghadapi banyak tuntutan hukum atas pembukaan rekening nasabah yang tidak sah, dalam skandal yang menyebabkan Chief Executive Officer John Stump mengundurkan diri dari bank yang berbasis di San Francisco.


Logo Wells Fargo di Chicago, Amerika Serikat (REUTERS/Jim Muda)

Sebelumnya, Wells Fargo & Co (WFC.N) telah meminta kepada pengadilan Amerika Serikat (AS) agar menyampaikan pesan kepada para nasabah yang menggugat Wells Fargo atas pembukaan rekening yang tidak sah untuk menyelesaikan perselisihan mereka dalam arbitrase pribadi bukan melalui pengadilan.

Baca: Regulator AS Pertimbangkan Pemberian Sanksi Berat ke Wells Fargo

Ajuan itu diserahkan ke Pengadilan Distrik AS di Utah untuk menanggapi gugatan pertama terhadap Wells Fargo terkait pembukaan rekening sebanyak dua juta tanpa mendapatkan izin dan sepengetahuan dari para nasabah. Tentu hal itu memberikan kerugian tersendiri dari para nasabah.

 


(ABD)