Menteri Energi Rusia: Sulit Prediksi Bagaimana Pasar Minyak Seimbang

Angga Bratadharma    •    Jumat, 25 Nov 2016 11:18 WIB
minyak mentahopec
Menteri Energi Rusia: Sulit Prediksi Bagaimana Pasar Minyak Seimbang
Menteri Energi Rusia Alexander Novak (REUTERS/Sergei Karpukhin)

Metrotvnews.com, Moscow: Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan tidak ada yang bisa memprediksi bagaimana pasar minyak bisa seimbang, mengingat sekarang ini harga minyak masih terus mengalami guncangan dan berada di level yang rendah. Perlu ada upaya lain guna memperkuat stabilitas pasar minyak.

"Surplus global minyak akan mencapai satu juta barel per hari (bph) hingga akhir 2016 ini, dari 1,8 juta barel per hari pada awal 2016," kata Novak, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (25/11/2016).

Perdagangan minyak bergerak statis pada Jumat karena ketidakpastian menjelang pembekuan produksi minyak mentah yang dipimpin oleh Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Tidak hanya itu, likuiditas sudah tipis usai liburan thanksgiving dan para pedagang mencoba mengambil posisi yang baru.

Baca: Rusia Belum Diundang untuk Pertemuan OPEC di Akhir November

Minyak mentah berjangka internasional Brent diperdagangkan di USD48,97 atau turun tiga sen dari penutupan terakhir mereka. Sementara minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berada di USD47,97 per barel, naik satu sen dari pemukiman terakhir mereka.


Api muncul dari pipa di ladang minyak di Basra, Baghdad, Irak (REUTERS/Essam Al-Sudani)

Para pedagang mengatakan kegiatan pasar di level yang rendah karena liburan Amerika Serikat (AS), sementara ada keengganan untuk mengambil taruhan yang besar karena ada ketidakpastian mengenai pemotongan produksi minyak yang direncanakan oleh OPEC.

Baca: OPEC dan Pejabat Rusia Lakukan Pembicaraan Informal di Istanbul

OPEC dijadwalkan akan bertemu pada 30 November untuk mengkoordinasikan mengenai pemotongan produksi minyak dan berpotensi melakukannya bersama-sama dengan negara bukan anggota OPEC yakni Rusia. Akan tetapi ada juga perbedaan pendapat mengenai negara-negara mana saja yang harus memangkasnya dan seberapa banyak pemangkasannya.

 


(ABD)