Penguatan Ringgit Melemahkan CPO

   •    Selasa, 05 Dec 2017 13:26 WIB
cpo
Penguatan Ringgit Melemahkan CPO
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Iggoy el Fitra)

Jakarta: Harga crude palm oil (CPO) melanjutkan penurunan pada hari ini, setelah Senin kemarin CPO kontrak Februari melemah 0,6 persen di level 2.588 ringgit per ton.

Mengutip Departemen Riset Monex Investindo Futures, Selasa, 5 Desember 2017, penguatan ringgit dalam sejak Senin kemarin masih membebani harga CPO.

Sebelumnya CPO sempat naik ke level tertinggi satu pekan mengikuti kenaikan kompetitornya minyak kedelai akibat cuaca kering yang melanda Argentina  kemungkinan menganggu hasil panen.

Selain itu kemungkinan terganggunya produksi di Malaysia akibat banjir yang melanda pesisir timur Semenanjung Malaysia juga menopang harga CPO sebelumnya. Akibat musim hujan akhir tahun ini, tingkat produksi di Malaysia diperkirakan menurun di November.

Ringgit pada hari ini diperdagangkan menguat 0,4 persen di kisaran 4,0525 per dolar, penguatan ringgit cenderung menekan harga CPO karena dapat menurunkan permintaan untuk ekspor.

Sementara itu, CPO untuk kontrak Februari diperdagangkan di kisaran 2.562 dengan rentang perdagangan potensial 2.535-2.580 ringgit per ton.


(AHL)