USD Tertekan di Tengah Data Ekonomi

Angga Bratadharma    •    Kamis, 11 Jan 2018 09:31 WIB
dolar as
USD Tertekan di Tengah Data Ekonomi
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

New York: Pergerakan dolar Amerika Serikat (USD) tertekan terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Rabu watku setempat (Kamis WIB). Kondisi itu karena investor mencerna data impor dan ekspor yang baru dirilis.

Mengutip Xinhua, Kamis, 11 Januari 2018, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,19 persen pada 92,351 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1963 dari USD1,1932 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun ke USD1,3513 dari USD1,3533.

Sedangkan dolar Australia naik menjadi USD0,7839 dari USD0,7824. USD membeli 111,32 yen Jepang, lebih rendah dari 112,61 yen pada sesi sebelumnya. USD turun menjadi 0,9778 franc Swiss dari 0,9832 franc Swiss, dan bergerak naik ke 1,2575 dolar Kanada dari 1.2459 dolar Kanada.

Harga impor AS naik 0,1 persen pada Desember menyusul kenaikan 0,8 persen dalam dua dari tiga bulan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada Rabu. Indeks tersebut belum mencatat penurunan bulanan sejak turun 0,2 persen pada Juli.

Harga untuk impor AS meningkat 3,0 persen pada 2017, setelah naik 1,9 persen tahun sebelumnya. Sementara itu, harga ekspor AS turun 0,1 persen pada Desember, penurunan bulanan pertama untuk indeks sejak penurunan 0,1 persen di Juni. Harga ekspor naik 2,6 persen pada 2017 menyusul kenaikan 1,3 persen di 2016.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 33,60 poin atau 0,13 persen menjadi 25,352.20. Sedangkan S&P 500 kehilangan 5,35 poin atau 0,19 persen menjadi 2.745,94. Indeks Nasdaq Composite turun 32,33 poin atau 0,45 persen menjadi 7.131,24.

Ketiga indeks utama tersebut naik mendekati rekor tertinggi pada Selasa, melanjutkan kinerja di awal yang solid mereka hingga tahun ini. Ekuitas AS memecahkan tonggak utama pada minggu perdagangan pertama 2018, karena indeks Dow, S&P 500, dan Nasdaq masing-masing ditutup di atas 25.000, 2.700 dan 7.000, untuk pertama kalinya.


(ABD)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

13 hours Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA