Pertemuan IMF-Bank Dunia 2017

Bank Dunia Serukan Fokus pada Investasi SDM

   •    Jumat, 13 Oct 2017 11:21 WIB
bank duniaimf-world bank
Bank Dunia Serukan Fokus pada Investasi SDM
Presiden Bank Dunia Jim Yong-kim saat berbicara di pertemuan IMF-Bank Dunia. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Washington DC: Negara-negara kelompok pendapatan menengah dan rendah diminta lebih fokus pada investasi sumber daya manusia (SDM) yang meliputi pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial. Ketiganya paling berpengaruh dalam memangkas kesenjangan kesejahteraan sekaligus mendorong laju pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Presiden Bank Dunia Jim Yong-kim mengemukakan hal itu dalam jumpa pers pembukaan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia di Washington DC, AS, Kamis 12 Oktober waktu setempat.

Bank Dunia telah melakukan studi dengan membandingkan 20 negara peringkat teratas yang lebih fokus pada pembangunan SDM dan 20 negara terbawah dalam 25 tahun. Dengan hasil, terdapat korelasi kuat antara peningkatan kualitas SDM dan pertumbuhan ekonomi.

Negara-negara di peringkat teratas, jelas Jim, membukukan pertumbuhan ekonomi tambahan 1,2 persen per tahun. "Ini pengaruh yang sangat signifikan. Kami berkewajiban membagikan pengetahuan ini kepada negara-negara anggota," ucapnya.

Menurut Jim, banyak negara berpendapatan menengah salah kaprah dalam menempatkan investasi. Mereka lebih memilih pinjaman Bank Dunia untuk dialokasikan ke infrastruktur fisik, seperti jalan. Infrastruktur juga penting. Namun, jika pembangunan SDM terpinggirkan, itu akan sulit menggenjot pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Sebelumnya, dalam diskusi panel di ajang yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan Indonesia dalam satu dekade terakhir telah mengalokasikan 20 persen belanja negara ke sektor pendidikan dan lima persen ke kesehatan. Namun, hasilnya masih jauh dari memuaskan.

Sri menyebut investasi SDM bukan semata soal uang. Di Indonesia, hasil yang diinginkan terganjal otonomi daerah.

Pada Rabu 11 Oktober, IMF memublikasikan proyeksi pertumbuhan global tahun ini yang sedikit meningkat menjadi 3,6 persen dari proyeksi awal 3,5 persen. Indonesia masuk lima besar negara ASEAN yang diperkirakan membukukan pertumbuhan 5,2 persen. Proyeksi itu lebih optimistis ketimbang Bank Dunia yang memprediksi Indonesia tumbuh 5,1 persen. (Media Indonesia)

Laporan Jurnalis Media Indonesia Windy Dyah Indrantari dari Washington DC

 


(AHL)