IMF Naikkan Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok di 2017

Angga Bratadharma    •    Jumat, 13 Oct 2017 09:46 WIB
imfekonomi chinationgkok
IMF Naikkan Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok di 2017
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Langkah Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) untuk meningkatkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Tiongkok menjadi 6,8 persen di 2017 mencerminkan kemajuan baru-baru ini dalam memangkas risiko keuangan dan memperdalam reformasi ekonomi.

Dalam World Economic Outlook terbaru yang dirilis, IMF memperkirakan ekonomi Tiongkok tumbuh 6,8 persen di 2017 dan 6,5 persen di tahun depan, keduanya 0,1 persen lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya pada Juli.

"Tingkat pertumbuhannya luar biasa dibandingkan dengan pertumbuhan banyak negara lainnya," kata Profesor Rutgers Business School Farok Contractor, seperti dilansir dari Xinhua, Jumat 13 Oktober 2017.



"Tentu saja telah turun dari delapan atau sepuluh persen sebelumnya, tapi itu masih merupakan tingkat pertumbuhan yang sangat sehat dan itu pasti membuat iri negara lain di dunia," tambahnya.

Menurut IMF, revisi ke atas terhadap perkiraan pertumbuhan ekonomi di 2017 mencerminkan kenaikan yang lebih kuat dari perkiraan pada paruh pertama tahun ini didukung oleh pelonggaran kebijakan sebelumnya dan reformasi sisi penawaran.

"Ada banyak prestasi dalam manajemen ekonomi di Tiongkok dan saya akan mengatakan bahwa jalur enam persen yang akan ditempuh Tiongkok akan bertahan cukup lama," ujarnya.



Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah mengintensifkan upayanya untuk memangkas risiko keuangan dan mengalihkan ekonomi dari stimulus berskala besar menuju konsumsi, layanan dan inovasi. Reformasi struktural semacam itu dapat membantu negara tersebut untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.

Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Ekonom S&P Global Paul Sheard mengatakan bahwa investasi infrastruktur dan investasi perumahan berbasis kredit Tiongkok dalam dekade terakhir menyebabkan penumpukan utang dan kredit dalam ekonomi, itul sebabnya reformasi ekonomi sangat penting.

Tiongkok telah mengadopsi berbagai langkah untuk mengelola risiko utang dan mendorong reformasi ke depan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk memperkenalkan komite tingkat tinggi baru mengenai stabilitas dan pengembangan keuangan di Juli.

 


(ABD)