Harga CPO Masih Tertekan

   •    Senin, 17 Sep 2018 14:14 WIB
cpo
Harga CPO Masih Tertekan
Ilustrasi. (FOTO: MI/Farhan)

Jakarta: Larangan Uni Eropa yang mengusulkan biofuel minyak sawit pada 2020 telah menyebabkan kecemasan di kalangan petani kelapa sawit Malaysia awal tahun ini.

Pasalnya Uni Eropa merupakan konsumen minyak sawit terbesar ketiga di Malaysia. Larangan tersebut sebagai bentuk kesadaran lingkungan tentang minyak sawit yang kuat di Eropa.

Saran dari Perdana Menteri Industri Teresa Kok tentang penghentian ekspansi kelapa sawit di negara itu disambut baik untuk memadamkan sentimen anti-kelapa sawit yang tumbuh.

Tujuannya untuk mendapatkan industri kelapa sawit mencapai 100 persen sertifikasi Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO) pada 31 Desember tahun depan, bagaimana pun hal ini akan mengganggu pada permintaan minyak kelapa sawit dan berpotensi semakin menekan harga CPO.

"Namun secara teknikal sebuah double-bottom kecil yang terbentuk sekitar 2.140 ringgit menunjukkan pembalikan tren turun dari 2.498 ringgit. Analisis retracement pada tren mengungkapkan target pada 2.319 ringgit, level 50 persen," tutur analis Monex Investindo Futures dalam hasil risetnya, Senin, 17 September 2018.

Adapun penembusan harga di bawah 2.227 ringgit, bagaimana pun dapat menyebabkan kerugian hingga 2.197 ringgit.


(AHL)