Wall Street Berakhir Lebih Tinggi

   •    Sabtu, 09 Jun 2018 07:02 WIB
wall street
Wall Street Berakhir Lebih Tinggi
Ilustrasi (Xinhua/Wang Lei)

New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Sejauh ini, investor masih melihat dampak dari pengenaan tarif impor oleh Presiden AS Donald Trump termasuk rilis sejumlah data perekonomian. Adapun pengenaan tarif impor yang tinggi tidak ditampik menimbulkan permasalahan.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 9 Juni 2018, indeks Dow Jones Industrial Average naik 75,12 poin atau 0,30 persen menjadi 25.316,53. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 8,66 poin atau 0,31 persen menjadi 2.779,03. Sementara indeks Nasdaq Composite meningkat 10,44 poin atau 0,14 persen menjadi 7.645,51.

Indeks Dow Jones membukukan sesi ketiga beruntun yang positif dan ditutup pada rekor tertinggi sejak Maret. Keuntungan Dow Jones pada Jumat disumbangkan oleh Home Depot dan P&G. Saham kedua perusahaan naik lebih dari satu persen pada penutupan pasar. Sisa dari indeks utama juga berhasil mengamankan beberapa kemajuan.

Di sisi ekonomi, total inventaris pedagang grosir kecuali cabang dan kantor penjualan produsen setelah penyesuaian untuk variasi musiman tetapi tidak untuk perubahan harga adalah USD630,2 miliar pada akhir April. Adapun perolehan tersebut naik sebanyak 0,1 persen dari tingkat Maret yang direvisi.



Sementara itu, sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan negara-negara lainnya terus mendukung logam mulia, sehingga membatasi kejatuhan lebih lanjut. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,19 persen menjadi 93,555 pada pukul 16.15 GMT.

Emas dan USD biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika USD naik maka emas berjangka akan turun karena emas yang diukur dengan USD menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya. Ketegangan geopolitik dan sengketa perdagangan sering menjadi faktor bullish untuk emas yang dianggap sebagai salah satu aset safe haven.

Namun ketika para pemimpin G7 bertemu di Kanada, ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan negara industri lainnya menarik perhatian orang-orang. Tidak ditampik, banyak yang mengkritik keputusan Presiden AS Donald Trump terkait pengenaan tarif impor yang tinggi.

 


(ABD)