Tiongkok Berharap Belt and Road Tolak Proteksionisme

Angga Bratadharma    •    Selasa, 16 May 2017 07:09 WIB
ekonomi chinationgkok
Tiongkok Berharap <i>Belt and Road</i> Tolak Proteksionisme
Presiden Tiongkok Xi Jinping (REUTERS/Fred Dufour)

Metrotvnews.com, Beijing: Presiden Tiongkok Xi Jinping mendesak institusi multilateral utama untuk bergabung dengan inisiatif Belt and Road yang baru. Termasuk menekankan pentingnya menolak proteksionisme dalam mendukung pertumbuhan ekonomi global.

Menghadapi pemimpin dunia lainnya pada pertemuan puncak mengenai prakarsa di Beijing, Xi mengatakan, perlu upaya untuk mengkoordinasikan kebijakan dengan tujuan pembangunan institusi termasuk Kerjas Sma Ekonomi Asia Pasifik (ASEAN), Uni Afrika, dan Uni Eropa.

Xi menjanjikan USD124 miliar untuk Silk Road barunya yang bertujuan untuk mendukung ambisi kepemimpinan global Tiongkok dengan memperluas hubungan antara Asia, Afrika, Eropa dan sekitarnya, karena Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempromosikan 'America First'.

"Kita perlu memperbaiki koordinasi kebijakan dan menolak praktik pengemis-tirani," kata Xi, kepada 29 pemimpin nasional yang hadir dalam forum tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Selasa 16 Mei 2017.

Xi, yang duduk di sebelah Presiden Rusia Vladimir Putin, sedang berbicara di sebuah pusat konvensi di sebuah danau di utara Beijing pada hari puncak dan kedua. Menurutnya kondisi sekarang ini adalah pelajaran penting yang bisa ditarik dari krisis keuangan global dan masih sangat relevan dengan perkembangan ekonomi dunia saat ini.

"Kita perlu mencari hasil yang saling menguntungkan melalui keterbukaan dan kerja sama yang lebih besar, menghindari fragmentasi, dan menahan diri untuk tidak menerapkan batasan yang menghambat kerja sama atau pengaturan eksklusif dan menolak proteksionisme," ungkapnya.

Prakarsa Belt and Road dilihat sebagai bagian dari jawaban Tiongkok atas kesepakatan Trans-Pacific Partnership (TPP), sebuah pilar perdagangan regional yang melibatkan negara-negara Pacific Rim, namun tidak termasuk Tiongkok. TPP, yang dipuji oleh administrasi Presiden AS sebelumnya, secara efektif telah dibunuh oleh Trump, yang telah menarik dukungan AS.

 


(ABD)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

13 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA