Wall Street Kembali Rebound

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 01 Feb 2018 08:27 WIB
wall street
Wall Street Kembali <i>Rebound</i>
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) diperdagangkan lebih tinggi pada perdagangan Rabu, rebound dari aksi jual dua hari karena laporan pendapatan perusahaan terus mengalahkan ekspektasi pasar.

Melansir Xinhua, Kamis, 1 Februari 2018, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 72,50 poin atau 0,28 persen menjadi 26.149,39. Sementara itu ideks S & P 500 meningkat 1,38 poin atau 0,05 persen menjadi 2.823,81. Indeks Nasdaq Composite naik 9,00 poin atau 0,12 persen menjadi 7.411,48.

Musim penghasilan sejauh ini terpantau positif. Dari perusahaan S & P 500 yang telah melaporkan pada Selasa pagi, 80 persen telah membukukan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. Sedangkan 81 persen telah mengalahkan perkiraan top-line.

Saham Boeing meningkat 4,95 persen menjadi USD354,41 setelah perusahaan tersebut melaporkan hasil kuartal keempat yang solid. Raksasa kedirgantaraan tersebut melaporkan pendapatan kuartal keempat sebesar USD25,37 miliar, lebih tinggi dari perkiraan USD24,69 miliar.

Sedangkan di sektor ekonomi, sektor swasta mempekerjakan meningkat 232 ribu dari Desember sampai Januari, secara musiman disesuaikan, menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasional yang dikeluarkan oleh ADP Research Institute pada Rabu.

Angka ADP secara luas dilihat sebagai indikator awal untuk laporan non-farm payrolls yang akan dirilis pada Jumat.

Di sisi lain, Federal Reserve AS membuat suku bunga acuan tidak berubah pada 1,25 menjadi 1,5 persen setelah pertemuan dua hari, sementara memberikan penilaian optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi AS baru-baru ini.

"Keuntungan dalam pekerjaan, pengeluaran rumah tangga, dan investasi tetap bisnis sudah solid, dan tingkat pengangguran tetap rendah," kata komite pembuat kebijakan Fed dalam sebuah pernyataan.

The Fed juga memperkirakan inflasi AS pada basis 12 bulan untuk bergerak ke atas tahun ini dan untuk menstabilkan target dua persen bank sentral dalam jangka menengah.


(AHL)