Aksi Jual Bikin Dow Jones Anjlok 1.175 Poin

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 06 Feb 2018 07:57 WIB
wall street
Aksi Jual Bikin Dow Jones Anjlok 1.175 Poin
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

New York: Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup turun tajam pada perdagangan Senin waktu setempat. Indeks Dow Jones merosot 4,60 persen karena pasar mendapat pukulan berat akibat kepanikan aksi jual.

Melansir Xinhua, Selasa, 6 Februari 2018, indeks Dow Jones Industrial Average turun 1.175,21 poin atau 4,60 persen menjadi 24.345,75.

Sementara itu indeks S & P 500 merosot 113,19 poin atau 4,10 persen menjadi 2.648,94. Indeks Nasdaq Composite merosot 273,42 poin atau 3,78 persen menjadi 6.967,53.

Pelemahan dalam perdagangan Senin memperpanjang aksi jual yang curam dari sesi sebelumnya. Pada Jumat, saham AS sudah melemah dengan Dow Jones merosot di atas 650 poin karena para investor khawatir bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga pada tingkat yang lebih cepat setelah laporan pekerjaan optimistis.

Total pekerjaan nonfarm payroll AS meningkat sebesar 200 ribu di Januari, mengalahkan konsensus pasar, dan tingkat pengangguran tetap tidak berubah sebesar 4,1 persen, lapor Departemen Tenaga Kerja AS.

Analis mengatakan pasar sekarang berpikir tentang kemungkinan bank sentral The Fed menaikkan suku bunga empat kali tahun ini, setelah bank sentral pada Desember menyarankan kenaikan suku bunga sebanyak tiga lagi di 2018.

Sentimen investor juga dibasahi oleh kekalahan global di pasar saham. Sebagian besar pasar ekuitas Eropa dan Asia turun tajam pada Senin, dengan saham Jepang mengalami penurunan terbesar dalam satu hari sejak 9 November 2016.

Sedangkan di sektor ekonomi, ISM Non-Manufacturing Index mencatat 59,9 persen pada Januari, 3,9 poin persentase lebih tinggi daripada prediksi Desember yang disesuaikan secara musiman dan konsensus pasar mengalahkan 56,2, kata Institute for Supply Management (ISM) pada Senin.

Sementara itu, Indeks Aktivitas Bisnis IHS Markit AS Services yang disesuaikan secara musiman tercatat tercatat 53,3 di Januari, sejalan dengan ekspektasi pasar.


(AHL)