USD Anjlok di Tengah Ketegangan Geopolitik

   •    Selasa, 17 Apr 2018 08:17 WIB
dolar as
USD Anjlok di Tengah Ketegangan Geopolitik
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu terjadi lantaran para investor terus memantau ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyusul serangan udara pimpinan AS terhadap Suriah akhir pekan lalu.

Mengutip Antara, Selasa, 17 April 2018, pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,2377 dari USD1,2334 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,4328 dari USD1,4243 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7778 dari USD0,7761.

Sedangkan USD dibeli 107,09 yen Jepang, lebih rendah dari 107,46 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD turun menjadi 0,9599 franc Swiss dari 0,9622 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2571 dolar Kanada dari 1,2614 dolar Kanada.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,40 persen menjadi 89,439 pada akhir perdagangan. Amerika Serikat, bersama dengan sekutunya Inggris dan Prancis, meluncurkan serangan rudal terhadap posisi militer Suriah pada Sabtu pagi dan menyebabkan kebingungan reaksi beragam di Timur Tengah.

Para analis mengatakan kekhawatiran meningkatnya konflik di Suriah berkurang setidaknya untuk saat ini, yang merupakan alasan mengapa para investor mengurangi kepemilikan safe haven dari greenback dan membeli aset-aset berisiko seperti saham.

Di bidang ekonomi, perkiraan awal penjualan ritel dan jasa makanan AS untuk Maret mencapai USD494,6 miliar atau naik 0,6 persen dari bulan sebelumnya dan mengalahkan konsensus pasar, Departemen Perdagangan mengumumkan.

Sementara itu, aktivitas bisnis tumbuh pada kecepatan kuat di negara bagian New York, menurut perusahaan-perusahaan yang menanggapi Survei Manufaktur Empire State di April 2018. Indeks kondisi bisnis umum utama, di 15,8, tetap kuat di wilayah positif, meski mencatat penurunan tujuh poin dari level Maret, menunjukkan laju pertumbuhan yang agak lebih lambat.

 


(ABD)