BoJ Diperkirakan akan Pertahankan Tingkat Kebijakan Moneter

Angga Bratadharma    •    Rabu, 15 Mar 2017 07:30 WIB
ekonomi jepang
BoJ Diperkirakan akan Pertahankan Tingkat Kebijakan Moneter
Gedung Bank of Japan (REUTERS/Thomas Peter)

Metrotvnews.com, Tokyo: Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan tingkat kebijakan moneter yang stabil menyusul kegelisahan tingkat inflasi yang mendukung adanya penarikan stimulus besar-besaran, seperti belanja konsumen yang lemah dan memberikan pengaruh bagi perekonomian.

Pejabat di BoJ mengaku bahwa mereka lebih percaya diri tentang prospek pemulihan ekonomi karena kinerja ekspor dan kinerja pabrik telah membaik akibat meningkatnya permintaan global. Namun, mereka melihat lebih khawatir tentang harga konsumen sebagai permulaan dari pertumbuhan di beberapa sektor yang tidak menghasilkan inflasi.

Dalam sebuah tanda ada beberapa perusahaan tetap mewaspadai untuk menaikkan harga barang mereka karena lemahnya belanja konsumen. Sementara itu, harga bahan bakar dan harga bahan makanan telah menunjukkan adanya tanda-tanda sedikit kehidupan.

"Efek trickle down belum ada di sana, yang akan menjadi kunci untuk inflasi dan mempercepat secara berkelanjutan. Ini akan menjadi kesalahan bagi pasar sebagai faktor memulai terkait kenaikan awal dari suku bunga BoJ," kata sumber yang akrab dengan pemikiran BoJ, seperti dikutip dari Reuters, Rabu 15 Maret 2017.

Pada dua hari ulasan tingkat suku bunga yang berakhir pada Kamis, BoJ diperkirakan akan mempertahankan target suku bunga jangka pendek pada minus 0,1 persen dan janji untuk memandu imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun sekitar nol persen melalui pembelian aset agresif.

Pada sebuah konferensi pers usai pertemuan, Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda cenderung menekankan bahwa bank sentral tidak memiliki rencana untuk menaikkan target imbal hasilnya dalam waktu dekat dengan inflasi jauh dari target dua persen. Tentu perlu pertimbangan matang untuk mengambil sebuah keputusan.

Kendati demikian, beberapa analis menilai, BoJ mungkin terpaksa menaikkan target imbal hasil untuk menghindari perampingan pembelian obligasi jika suku bunga jangka panjang Jepang melacak kenaikan imbal hasil obligasi global, yang didorong oleh ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi.

BoJ berharap untuk menghilangkan spekulasi tersebut dan menekankan tidak akan menaikkan target imbal hasilnya kecuali ekonomi berada di kondisi yang cukup memperkuat untuk mempercepat pergerakan tingkat inflasi stabil terhadap dua persen, kata sumber-sumber.


(ABD)