The Fed Turunkan Pembayaran Dividen untuk Anggotanya

Angga Bratadharma    •    Jumat, 25 Nov 2016 07:56 WIB
the fed
The Fed Turunkan Pembayaran Dividen untuk Anggotanya
Gedung The Fed (REUTERS/Kevin Lamarque)

Metrotvnews.com, Washington: Federal Reserve atau the Fed menyelesaikan aturan mengenai pengurangan pembayaran dividen kepada para bank anggotanya. Hal itu dalam rangka melaksanakan keputusan Kongres yang sudah disahkan pada tahun lalu guna membantu membayar pembangunan jalan dan jembatan.

Mengutip Reuters, Jumat 25 November, tagihan untuk transportasi disetujui pada Desember dan menurunkan tingkat pembayaran dividen ke the Fed bagi para bank anggotanya. Dalam hal ini, dana surplus yang dimiliki bank sentral juga diharapkan bisa membantu membayar perbaikan jalan tanpa harus menaikkan pajak bahan bakar.

Aturan ini mulai berlaku pada 1 Januari dan the Fed sudah mengeluarkan aturan interim pada Februari, yang menempatkan sistembaru dalam sebuah gerakan terkait pembayaran dividen. Langkah ini diharapkan tidak memberikan efek negatif tapi di sisi lain bisa mendukung pertumbuhan bisnis perbankan di masa mendatang.

Baca: Penguatan Ekonomi Munculkan Keyakinan untuk Kenaikan Suku Bunga AS

Sementara itu, para pembuat kebijakan Federal Reserve AS tampak yakin sesaat sebelum pemilihan Presiden AS bahwa ekonomi cukup kuat untuk menjamin kenaikan suku bunga secepatnya, risalah pertemuan Fed pada 1-2 November menunjukkan.


Gedung The Fed (REUTERS/Jason Reed)

Risalah pertemuan Fed yang dirilis pada Rabu mendukung pandangan konsensus Wall Street bahwa Fed siap untuk menaikkan suku bunga acuan pada Desember. Sejauh ini, the Fed masih pada posisi untuk tidak mengubah tingkat suku bunga acuan.

Pembuat kebijakan mempertahankan biaya pinjaman tidak berubah awal bulan ini, hanya beberapa hari sebelum Donald Trump dari Partai Republik menang dalam pemilihan presiden pada 8 November.

Baca: Pembuat Kebijakan Fed Yakin Dibutuhkan Kenaikan Suku Bunga Acuan

Anggota-anggota voting komite pengaturan suku bunga Fed melihat risiko-risiko ekonomi yang sama akan terlampaui atau di bawah perkiraan mereka untuk pertumbuhan lanjutan dan pengetatan pasar tenaga kerja.

 


(ABD)