The Fed Dinilai Perlu Terapkan Ekonomi Bertekanan Tinggi

Angga Bratadharma    •    Senin, 17 Oct 2016 08:11 WIB
the fed
The Fed Dinilai Perlu Terapkan Ekonomi Bertekanan Tinggi
Ketua The Fed Janet Yellen (REUTERS/Mary Schwalm)

Metrotvnews.com, New York: Federal Reserve sepertinya perlu menjalankan 'ekonomi bertekanan tinggi' untuk membalikan kerusakan ekonomi sejak krisis 2008-2009 akibat tekanan output, absen tenaga kerja, dan adanya risiko yang menjadi bekas luka permanen. Pemerintah Amerika Serikat (AS) pun harus tetap berusaha mendorong pertumbuhan secara maksimal.

"Federal Reserve atau the Fed mungkin perlu untuk menjalankan 'ekonomi tekanan tinggi' untuk membalikkan kerusakan dari krisis 2008-2009. Ini dalam tinjauan yang luas di mana pemulihan ekonomi masih belum terlihat signifikan," kata Ketua the Fed Janet Yellen, seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).

Meski tidak diminta untuk memberikan arah suku bunga acuan secara langsung kepada kebijakan pemerintah, namun Yellen diharapkan bisa memperdalam perhatiannya atas potensi ekonomi AS dan langkah agresif yang mungkin dibutuhkan untuk membangun kembali hal itu.

Baca: Fed Diperkirakan Tunda Perubahan Kebijakan Sampai Pemilu AS Selesai

Yellen, dalam pidatonya di Boston, menegaskan bahwa pertanyaanya adalah apakah kerusakan ekonomi yang terjadi bisa dibatalkan dengan menjalankan 'ekonomi bertekanan tinggi', dengan permintaan agregat yang kuat dan pasar tenaga kerja yang ketat sekarang ini.


Ketua The Fed Janet Yellen (REUTERS/Mary Schwalm)

"Salah satu pasti bisa mengidentifikasi cara-cara yang masuk akal di mana ini mungkin terjadi," ungkap Yellen.

Namun tidak dipungkiri mencari kebijakan yang bisa menurunkan tingkat penganguran lebih lanjut dan meningkatkan konsumsi, termasuk menekan risiko atas inflasi yang lebih tinggi bisa meyakinkan perusahaan untuk berinvestasi. Bahkan, bukan tidak mungkin kondisi itu mampu meningkatkan kepercayaan diri dan membuka lapangan kerja lebih besar.

Baca: Ekonomi AS Terus Menguat, Suku Bunga Acuan Dinilai Perlu Naik

Sementara itu, Chief Executive DoubleLine Capital Jeffrey Gundlach mengungkapkan, dirinya membaca gerak-gerik Yellen dengan gambaran bahwa Yellen tidak perlu melakukan pengetatan kebijakan moneter hanya karena tingkat inflasi bergerak lebih tinggi dari angka dua persen.

"Anda tidak perlu mengetatkan kebijakan hanya karena inflasi pergi ke lebih dari dua persen. Inflasi bisa pergi ke tiga persen, jika the Fed berpikir ini hanya sementara," tutup Gundlach.

 


(ABD)