ECB Dinilai Tidak Perlu Waktu Lama untuk Kurangi Stimulus

Angga Bratadharma    •    Jumat, 19 May 2017 10:52 WIB
bank central eropa
ECB Dinilai Tidak Perlu Waktu Lama untuk Kurangi Stimulus
Anggota Dewan Eksekutif European Central Bank Benoit Coeure (REUTERS/Yves Herman)

Metrotvnews.com, Frankfurt: Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) seharusnya tidak menunggu terlalu lama sebelum mengurangi stimulus, usai diyakinkan bahwa inflasi telah pulih. Karena, teori tersebut dapat meningkatkan tingkat suku bunga lebih awal jika memang diperlukan. Tentu saja kondisi itu harus mempertimbangkan banyak pembahasan.

Anggota Dewan ECB Benoit Coeure mengatakan, dengan inflasi zona euro sekarang hanya di bawah dua persen dan pertumbuhan yang berjalan baik selama bertahun-tahun maka ECB mendapat tekanan dari Jerman, ekonomi terbesar blok tersebut, untuk mulai mengurangi program pembelian obligasi 2,3 triliun euro (USD2,6 triliun.

"Dalam hal ini, mulai meningkatkan tingkat kebijakan utamanya yang saat ini di bawah nol," ungkap Coeure, seperti dikutip dari Reuters, Jumat 19 Mei 2017.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, Coeure, pendukung kebijakan President ECB Mario Draghi, mengatakan bahwa ECB harus siap mengubah pendiriannya begitu kondisi ekonomi memungkinkan, atau berisiko mengalami pukulan balik finansial yang lebih besar.

"Terlalu banyak gradualisme dalam kebijakan moneter dan menanggung risiko penyesuaian pasar yang lebih besar saat keputusan tersebut diambil," kata Coeure.

Dia menambahkan, ECB seharusnya tidak terlalu banyak mempertimbangkan peristiwa politik seperti pemilihan saat menentukan kebijakan, kemungkinan merujuk pada pemilihan di Jerman pada September dan di Italia pada Mei 2018.

Sementara Coeure membela pendirian kebijakan dan kebijakan ECB yang sangat mudah. Komentarnya menandai keberangkatan dari pandangan yang diungkapkan oleh Wakil Presiden Vitor Constancio dan Chief Economist Peter Praet, dua sekutu Draghi lainnya yang telah menganjurkan normalisasi kebijakan yang lamban.

Inflasi di zona euro 1,9 persen pada bulan lalu, sejalan dengan target ECB. Namun diperkirakan akan mereda kembali dalam beberapa bulan mendatang seiring efek dari rebound harga energi yang berkurang.

 


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA