Pertumbuhan Pekerjaan AS di Juli Melampaui Ekspektasi

   •    Sabtu, 05 Aug 2017 08:59 WIB
ekonomi amerika
Pertumbuhan Pekerjaan AS di Juli Melampaui Ekspektasi
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Perekonomian Amerika Serikat (AS) mempertahankan pertumbuhan pekerjaan yang kuat pada Juli dan tingkat pengangguran turun ke tingkat terendah dalam 16 tahun terakhir.

Melansir Xinhua, Sabtu 5 Agustus 2017, total penggajian (payroll) pekerja nonpertanian meningkat sebesar 209 ribu pada Juli, mengalahkan ekspektasi pasar sebesar 180.000, menurut data yang dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat 4 Agustus 2017.

Departemen Tenaga Kerja AS merevisi turun pekerjaan pada Mei menjadi 145 ribu, sementara kenaikan penggajian pada Juni direvisi menjadi 231 ribu. Demikian seperti dikutip dari Antara.

Dengan revisi tersebut, kenaikan pekerjaan pada Mei dan Juni adalah 2.000 lebih banyak dari yang dilaporkan sebelumnya. Dari Mei sampai Juli, kenaikan pekerjaan bulanan rata-rata mencapai 195 ribu, yang dianggap sebagai langkah sehat oleh banyak ekonom.

Tingkat partisipasi angkatan kerja, yang menunjukkan pangsa usia pekerja dalam angkatan kerja, naik tipis menjadi 62,9 persen dari angka Juni sebesar 62,8 persen. Tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,3 persen
dari 4,4 persen pada Juni.

Pada Juli, rata-rata pendapatan per jam naik 9,0 sen atau 0,3 persen menjadi USD26,36, lebih cepat dari 0,2 persen pada Juni. Sepanjang tahun, rata-rata penghasilan per jam telah meningkat sebesar 2,5 persen, pertumbuhan yang sama seperti pada Juni.

Data pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan diharapkan dapat memperjelas jalan bagi Federal Reserve AS untuk memulai rencananya mengurangi neraca besar bank sentral USD4,5 triliun.

Pada pertemuan Juli, The Fed memberi isyarat bahwa ia akan mulai mengurangi neracanya paling cepat pada September. Sebagian besar ekonom memperkirakan The Fed akan mulai memperkecil neracanya pada September, dengan kenaikan suku bunga lebih lanjut pada Desember, menurut survei terbaru yang dilakukan oleh Wall Street Journal.

Bank sentral AS akan mengadakan pertemuan kebijakan berikutnya pada 19-20 September.


(AHL)