Bursa Saham Asia Bergerak Defensif Usai Suku Bunga AS Naik

Angga Bratadharma    •    Kamis, 15 Jun 2017 09:36 WIB
bursa saham asia
Bursa Saham Asia Bergerak Defensif Usai Suku Bunga AS Naik
Ilustrasi (REUTERS/Thomas Peter)

Metrotvnews.com, Tokyo: Saham berjangka Amerika Serikat (AS) tergelincir dan saham Asia berada dalam posisi defensif pada Kamis. Hal itu terjadi setelah adanya sebuah laporan dari media mengenai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang diselidiki oleh penasihat khusus untuk kemungkinan menghalangi keadilan.

Mengutip Reuters, Kamis 15 Juni 2017, minat investor terhadap aset berisiko juga dipengaruhi oleh data AS yang lembut dan usai Federal Reserve menaikkan suku bunga seperti yang diharapkan dan memberikan garis besar pertama mengenai rencana untuk mengurangi portofolio obligasi senilai USD4,2 triliun.

Lemahnya pembacaan inflasi, khususnya meragukan pandangan the Fed bahwa ekonomi terus menguat. Kontrak berjangka S&P merosot 0,2 persen pada awal perdagangan Asia setelah Washington Post melaporkan bahwa Trump sedang diselidiki oleh penasihat khusus Robert Mueller atas kemungkinan menghalangi keadilan.

Mueller sedang menyelidiki dugaan gangguan Rusia pada pemilihan Presiden AS dan kemungkinan kolusi dengan kampanye Trump. Tim hukum Trump mencela laporan tersebut. Berita tersebut muncul tepat setelah Steve Scalise ditembak oleh seorang pria bersenjata yang marah dengan Trump dan anggota Partai Republik lainnya. Scalise berada dalam kondisi kritis.

Indeks MSCI yang paling luas di saham Asia-Pasifik di luar Jepang merosot 0,1 persen sementara Nikkei Jepang turun 0,4 persen. Pasar Asia juga menunggu untuk melihat apakah bank sentral Tiongkok akan mengikuti the Fed dengan putaran lain terkait tingkat pasar uang meningkat, seperti pada Maret.

Tapi para pedagang terbagi atas kemungkinan tersebut, dengan beberapa analis mencatat yuan lebih baik dari beberapa bulan yang lalu, sementara likuiditas di Tiongkok telah mengalami pengetatan. Tentu hal semacam ini perlu menjadi pertimbangan secara mendalam.

USD melambung kembali dari level terendah tujuh bulan terhadap sekeranjang mata uang setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga dan memberikan garis besar pertama mengenai rencana untuk mengurangi portofolio obligasi senilai USD4,2 triliun.

 


(ABD)