Yunani Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi di 2017

Angga Bratadharma    •    Senin, 15 May 2017 07:37 WIB
ekonomi yunani
Yunani Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi di 2017
Ilustrasi (FOTO: Reuters)

Metrotvnews.com, Athena: Yunani memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi di 2017 menjadi 1,8 persen dibandingkan sebelumnya yang ditargetkan bisa mencapai 2,7 persen. Hal itu didorong oleh ketidakpastian yang disebabkan oleh penundaan dalam menyelesaikan kajian terakhir tentang reformasi dana talangan.

Menurut rencana anggaran jangka menengah yang diumumkan, Yunani dan kreditur asingnya mencapai kesepakatan mengenai reformasi pada awal Mei setelah perundingan menegangkan selama enam bulan. Namun perselisihan tersebut merugikan aktivitas ekonomi dan diharapkan ada jalan keluarnya.

Mengutip Reuters, Senin 15 Mei 2017, Gubernur Bank Sentral Yunani telah memberikan peringatan mengenai penundaan tersebut karena dapat mengurangi pemulihan ekonomi. Rencana ekonomi 2018-2021 diajukan ke parlemen bersamaan dengan kesepakatan reformasi yang harus disetujui oleh para pembuat undang-undang.



Ini memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2,4 persen pada 2018 dan 2,6 persen pada 2019. Proyeksinya lebih rendah daripada Komisi Uni Eropa, yang juga mengurangi perkiraan pertumbuhannya minggu lalu menjadi 2,1 persen di 2017 ini dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 2,7 persen tiga bulan lalu.

Baca: Yunani Cari Solusi dari Krisis Utang di Tengah Ketidakpastian

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) menyusut jadi 2,5 persen di 2018 dari perkiraan semula 3,1 persen, kata Komisi. Pemerintah berharap bisa membuat undang-undang tentang langkah-langkah baru pada 18 Mei yang memungkinkan mitra zona euro menyetujui kesepakatan tersebut saat bertemu di 22 Mei dan melepaskan dana talangan tahap baru.

Baca: Pengangguran Yunani Turun Tipis di Februari 2017

Ini juga meminta para menteri untuk menandatangani peninjauan ulang agar memenuhi syarat guna dimasukkan dalam program pelonggaran kuantitatif Bank Sentral Eropa atau Eurpean Central Bank (ECB) dan kembali ke pasar obligasi setelah tiga tahun diisolasi.

 


(ABD)