Pertemuan Trump-Pena Dinilai Tidak Hasilkan Kesepakatan Besar di Perdagangan

Angga Bratadharma    •    Jumat, 07 Jul 2017 12:00 WIB
ekonomi amerikaktt g20
Pertemuan Trump-Pena Dinilai Tidak Hasilkan Kesepakatan Besar di Perdagangan
Presiden AS Donald Trump (REUTERS/Dominick Reuter)

Metrotvnews.com, Kota Meksiko: Sebuah pertemuan antara Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat di KTT G20 di Jerman akan berlangsung sekitar 30 menit. Namun, pertemuan itu diperkirakan tidak mengarah pada kesepakatan besar, terutama dari aspek perdagangan.

Hal itu seperti dikatakan Menteri Luar Negeri Meksiko Luis Videgaray. Menurutnya perundingan tatap muka akan menjadi yang pertama antara Pena Nieto dan Trump sebagai Presiden. Luis Videgaray memperingatkan untuk sejumlah pihak tidak berharap terlalu banyak terkait hasil dari pertemuan tersebut.

"Kita harus memasukkannya ke dalam konteks dan tidak memiliki harapan yang tidak dapat dibenarkan," kata Videgaray, seperti dikutip dari Reuters, Jumat 7 Juli 2017.

Pemilu Trump dan hari-hari awalnya di kantor membuat ketegangan hubungan antara kedua negara tetangga karena ancamannya untuk menerapkan tarif pada barang-barang buatan Meksiko, dan sebuah rencana untuk membangun sebuah dinding di perbatasan selatan AS dan memaksa Meksiko untuk membayarnya.

Trump dan Pena Nieto akan membahas renegosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara yang dijadwalkan pada Agustus, serta kerja sama dalam memerangi kartel dan pengembangan narkoba di Amerika Tengah. Pena Nieto juga akan berbicara tentang hak-hak migran Meksiko di Amerika Serikat, kata Kementerian Luar Negeri Meksiko.

Kemudian pada Rabu, Pena Nieto dan Videgaray bertemu dengan Sekretaris Keamanan Dalam Negeri AS John Kelly, yang mengunjungi Meksiko menjelang KTT G20 bersama dengan Direktur CIA Mike Pompeo. Menurut sebuah pernyataan dari kantor Pena Nieto, kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama dalam hal keamanan.

Bahkan, masih kata pernyataan tersebut, Pena Nieto memuji keputusan administrasi Trump untuk menyimpan sebuah program yang memungkinkan beberapa imigran dibawa ke negara tersebut secara ilegal oleh orang tua mereka untuk tinggal.

 


(ABD)