Harga CPO Kembali Tertekan Penguatan Ringgit

   •    Rabu, 08 Nov 2017 14:44 WIB
cpo
Harga CPO Kembali Tertekan Penguatan Ringgit
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penguatan pada harga minyak kedelai di bursa Chicago Board of Trade membantu harga crude palm oil (CPO) dibuka menguat pada perdagangan Rabu ini. Meski kemudian bergerak turun ke level 2,760 ringgit per ton akibat penguatan ringgit Malaysia.

Mengutip Analisa Tim Monex Investindo Futures, Rabu 8 November 2017, fokus investor saat ini akan tertuju pada laporan tingkat permintaan, suplai, dan produksi CPO dari USDA untuk November pada Kamis, disusul laporan permintaan dan suplai CPO oleh MPOB untuk Oktober di Jumat.

Di sisi lain, harga minyak mentah yang masih kokoh di level USD57 per barel juga turut menopang harga CPO, di tengah ekspektasi consensus pemangkasan output minyak sebelum pertemuan OPEC dan upaya Arab Saudi membersihkan pemerintahannya.

Seperti diketahui, West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember turun USD0,15 untuk menetap di USD57,20 per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari turun USD0,58 menjadi ditutup pada USD63,69 per barel di London ICE Futures Exchange.

"Secara teknikal, kami masih lebih memilih outlook bullish selama harga bertahan di atas level 2,710 ringgit per ton," papar analisa Tim Monex Investindo Futures.

Resisten terdekat ada pada area 2.830, break ke atas area ini akan membuka jalan untuk menuju area 2.900. Sementara itu, break ke bawah 2.710 berpotensi mengubah tren menjadi bearish setidaknya menuju 2.660.


(AHL)