Tiongkok Membutuhkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi Baru

Angga Bratadharma    •    Kamis, 30 Nov 2017 14:05 WIB
ekonomi chinationgkok
Tiongkok Membutuhkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi Baru
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Beijing: Tiongkok perlu mengembangkan sistem indikator untuk memperhitungkan kualitas pertumbuhan, sejalan dengan berbagai macam langkah memaksimalkan pertumbuhan ekonomi. Sementara Produk Domestik Bruto (PDB) masih penting dalam hal skala ekonomi, namun tidak memperhitungkan perubahan struktural atau efisiensi.

"Tiongkok memiliki tujuan pada dasarnya mewujudkan modernisasi sosialis pada 2035 dan membangun sebuah negara sosialis modern yang hebat pada pertengahan abad ini. Sasaran ini perlu didefinisikan oleh indikator yang belum ada," kata Kepala Ekonom Akademi Ilmu Ekonomi Sektor Pasokan Baru Jia Kang, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis, 30 November 2017.

Misalnya, lanjutnya, pembangunan sistem kereta api perkotaan biasanya tidak menghasilkan pengembalian yang cukup untuk menutupi biaya, namun membawa manfaat sosial yang perlu diukur sebagai referensi untuk insentif pemerintah.

Jia dalam sebuah diskusi panel di Konferensi Tahunan Caijing mengatakan konsumsi energi per unit PDB adalah contoh yang baik. "Dan lebih banyak indikator semacam ini harus mengukur efisiensi ekonomi," kata Jia.



Sebelumnya, Tiongkok memperluas sistem satu jendela yang memungkinkan pelelangan kargo lebih cepat dan lebih murah di seluruh negeri. Langkah yang dilakukan ini dengan harapan memberi stimulus terhadap aktivitas bisnis dan nantinya memberi efek terhadap terakselerasinya perekonomian Tiongkok.

Administrasi Umum Bea Cukai (GAC) mengumumkan bahwa versi standar platform sekarang mencakup semua pelabuhan perdagangan dengan total 35.000 pengguna terdaftar dan lebih dari 100.000 deklarasi harian.

Juru bicara GAC Huang Songping mengatakan pihaknya menggabungkan fungsi 11 agensi dan menyediakan 129 layanan mulai dari menyatakan barang hingga memeriksa kualifikasi bisnis. Alih-alih mengajukan informasi yang sama berulang kali dengan otoritas yang berbeda, para pedagang dapat menyatakan kargo dan pajak dengan satu pengajuan.

"Hal itu bisa dilakukan pada platform berbasis web, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi biaya," pungkasnya.

 


(ABD)