Konsensus G7 Berpotensi Picu Perang Dagang

   •    Senin, 11 Jun 2018 08:36 WIB
ktt g7
Konsensus G7 Berpotensi Picu Perang Dagang
Presiden AS Donald Trump. (FOTO: AFP)

Quebec: Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara maju G7, Sabtu, 8 Juni, berakhir seperti lelucon dan menghadirkan ancaman baru, yaitu perang dagang global. Hal itu terjadi karena Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba-tiba menolak pernyataan konsensus dan dianggap sebagai penghinaan terhadap tuan rumah Kanada.

Hanya beberapa menit setelah komunike gabungan yang sudah disetujui para pemimpin G7 diterbitkan di Quebec, Kanada, Trump meluncurkan sebuah selebaran Twitter dari pesawat Air Force One.

Seperti diketahui, Trump meninggalkan pertemuan G7 lebih awal untuk menuju Singapura guna menghadiri pertemuan bersejarah dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Trump keluar lebih awal agar tidak mengomentari pernyataan yang dibuat oleh Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, saat konferensi pers sebelum pertemuan G7.

"Berdasarkan pernyataan yang salah dari Justin di konferensi persnya dan fakta bahwa Kanada memberlakukan tarif besar-besaran bagi para petani, pekerja, dan perusahaan AS, saya telah menginstruksikan perwakilan AS untuk tidak mendukung komunike, karena kami melihat tarif untuk mobil yang membanjiri pasar AS!" tweet Trump di akun @realDonaldTrump.

Baca: G7 Berusaha Melawan Proteksionisme

Selain itu, Presiden AS itu juga membuat kejutan dengan menyerukan agar Rusia diterima kembali ke kelompok negara-negara industri itu setelah diusir akibat mencaplok Krimea.

Namun, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan anggota Uni Eropa yang menghadiri KTT di Kanada menentang gagasan itu. Sebagai informasi, Presiden Rusia Vladimir Putin saat ini berada di Beijing untuk menerima medali persahabatan dari mitranya, Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

Dari Tiongkok, Presiden Rusia Vladimir Putin, kemarin, mengatakan siap bertemu Trump. Putin menambahkan Kota Wina bisa menjadi tempat yang cocok untuk pertemuan tersebut.

"Begitu pihak AS siap, pertemuan itu akan berlangsung tergantung pada jadwal kerja saya," kata Putin di Kota Qingdao, Tiongkok.

Menurutnya, Trump telah berulang kali mengatakan bahwa dia akan menganggap pertemuan semacam itu bermanfaat. "Saya dapat mengonfirmasi ini. Itu benar," kata Putin. (Media Indonesia)


(AHL)


Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

18 hours Ago

Perlambatan ekonomi Turki sebagai akibat terjerembapnya lira, mata uang mereka, hingga lebih da…

BERITA LAINNYA