Perang Dagang AS-Tiongkok Ikut Ganggu Ekonomi Afsel

Arif Wicaksono    •    Kamis, 05 Jul 2018 16:10 WIB
Perang dagang
Perang Dagang AS-Tiongkok Ikut Ganggu Ekonomi Afsel
Afrika Selatan. Dok;AFP.

Cape Town: Kongres Nasional Afrika (ANC) memperingatkan Amerika Serikat akan konsekuensi yang tidak diinginkan yang timbul dari perang dagangnya dengan negara lain. Peringatan ini karena dampak perang dagang yang berimbas ke eknomi Afrika Selatan.

Gara-gara perang dagang, mata uang rand Afrika Selatan melanjutkan depresiasi dan harga bahan bakar meroket ke tingkat tertinggi yang pernah ada. Partai yang berkuasa menyalahkan Amerika Serikat untuk depresiasi rand dan kenaikan harga bahan bakar.

"Depresiasi rand berada di luar kendali kami dan sebagian besar didorong oleh perang perdagangan AS, penjualan aset di pasar negara berkembang dan arus keluar portofolio," kata partai itu dalam sebuah pernyataan yang diemail ke Xinhua sebagaimana dikutip Medcom.id, Kamis, 5 Juli 2018.

"Kami juga menerima bahwa kenaikan harga bahan bakar tidak dapat dihindari karena harga minyak mentah global meningkat sebagai akibat sanksi yang dijatuhkan AS pada beberapa negara produsen minyak," kata ANC.

ANC menyerukan kepada AS untuk mempertimbangkan konsekuensi yang tidak diinginkan dari perang dagangnya dan efek riuhnya pengenaan sanksi terhadap beberapa negara produsen minyak di negara berkembang.

"Kami juga bergabung dengan seruan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk membantu menurunkan harga bahan bakar dengan meningkatkan produksi minyak," kata partai itu.

Rand, yang terus jatuh baru-baru ini, melanjutkan tren menurun pada hari Rabu, turun 0,0316 per USD atau 0,23 persen menjadi 13,6368 per USD, dari 13,6684 pada sesi perdagangan sebelumnya.

Juga pada hari Rabu, harga bensin meningkat 26 sen per liter untuk 93 oktan, dengan 95 oktan bahan bakar naik 23 sen, sementara diesel naik 26 sen per liter. Kenaikan harga BBM telah memicu keluhan dan keluhan dari masyarakat.

"ANC mencatat keprihatinan mendalam berlanjutnya pelemahan rand dan implikasinya terhadap prospek pertumbuhan dan penargetan inflasi negara itu, kata juru bicara nasional ANC," Pule Mabe.

ANC lebih prihatin dengan kenaikan harga bahan bakar yang menempatkan tekanan pada semua aspek kehidupan sesama orang Afrika Selatan.

"Tingkat di mana kenaikan harga bahan bakar terjadi tidak tertahankan dan kita tidak bisa menutup mata atau berharap mereka pergi," kata Mabe.

"ANC menyerukan tindakan keras untuk menangkap situasi ini," pungkas dia.


(SAW)


Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

3 hours Ago

Perang dagang yang kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok secara langs…

BERITA LAINNYA