Trump Minta OPEC Terus Stabilkan Pasar Minyak

Angga Bratadharma    •    Kamis, 05 Jul 2018 15:03 WIB
minyak mentahekonomi amerikaopec
Trump Minta OPEC Terus Stabilkan Pasar Minyak
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AFP PHOTO/SAUL LOEB)

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan permintaan baru untuk negara-negara penghasil minyak terkemuka di dunia untuk menstabilkan pasar minyak dengan memperbanyak pasokan. Pernyataan itu keluar setelah AS dan Arab Saudi membahas kemungkinan Arab Saudi melepas lebih banyak minyak mentah untuk meredam lonjakan harga.

Mengutip CNBC, Kamis, 5 Juli 2018, melalui cuitannya Trump meminta negara-negara anggota OPEC untuk berbuat lebih banyak menurunkan harga minyak mentah. Trump secara tidak langsung menghubungkan kebijakan luar negeri AS dengan permintaannya, dengan mengatakan AS membela beberapa negara penghasil minyak.

Permintaan Trump untuk mengurangi harga adalah referensi yang jelas bagi produsen minyak untuk menghasilkan lebih banyak pasokan untuk menahan lonjakan harga minyak. Pada Selasa, minyak mentah ditutup mendekati USD78 per barel, didorong lebih tinggi oleh penurunan tajam dalam inventaris AS dan adanya Liburan 4 Juli.

Hampir satu minggu setelah keputusan OPEC untuk meningkatkan pasokan minyak, Trump mengejutkan dunia dengan mengumumkan perjanjian baru dengan pihak Saudi untuk mengompensasi kekurangan pasokan dari dua produsen yang dilanda krisis yakni Iran dan Venezuela.



Kedua negara menolak keputusan kartel minyak bulan lalu, meskipun OPEC berkeberatan pada seberapa banyak mereka akan meningkatkan pasokan. Para anggota OPEC termasuk negara-negara seperti Qatar, Arab Saudi, Kuwait, dan negara-negara Teluk Persia telah lama menikmati hubungan diplomatik dan militer yang kuat dengan Amerika Serikat.

Trump dan Raja Salman setuju bahwa Arab Saudi, atas kebijakannya, akan menambah lebih banyak hasil produksi ke pasar dalam lebih dari tiga tahun di atas harga USD74 per barel. Namun, pihak Saudi tidak mengkonfirmasi target produksi secara spesifik -ide yang mendapat kritik tajam dari beberapa pengamat pasar.

"Insiden Saudi dan Pemerintah AS hanya kebisingan. Anda tidak dapat memesan dua juta barel seperti memesan kopi di suatu tempat," kata Mitra di Konsultan Keuangan Porta Advisors Beat Wittmann.

 


(ABD)