Poundsterling Melesat Usai Harapan Kesepakatan Brexit Muncul

   •    Sabtu, 08 Sep 2018 21:02 WIB
brexitekonomi inggris
Poundsterling Melesat Usai Harapan Kesepakatan Brexit Muncul
Ilustrasi (FOTO: AFP)

London: Poundsterling melesat terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan euro menyusul komentar dari kepala negosiator Brexit Uni Eropa Michel Barnier yang memicu harapan kesepakatan tentang hubungan masa depan Inggris dengan blok tersebut. Sejauh ini, Pemerintah Inggris berharap keputusan Brexit tidak memberikan efek buruk bagi perekonomian.

Mengutip CNBC, Sabtu, 8 September 2018, poundsterling naik hampir 0,6 persen terhadap greenback pada sekitar pukul 12:30 siang waktu London dan diperdagangkan pada USD1,3004, dan naik dengan margin yang sama terhadap euro. Reaksi pasar dipicu oleh publikasi pernyataan yang dibuat oleh Michel Barnier ke Parlemen Inggris pada Senin lalu.

Barnier menyarankan Uni Eropa terbuka untuk solusi lain guna mengatasi sengketa perbatasan Irlandia saat ini, menurut komentar di situs web Pemerintah Inggris, dan bukan hanya apa yang diusulkan Uni Eropa sendiri. "Kami terbuka untuk mendiskusikan lainnya, sehingga kami dapat mendiskusikan teks ini dan kami dapat mengubahnya," kata Barnier.

Pedagang mata uang tampaknya menafsirkan komentar ini sebagai sikap yang kurang kaku oleh Uni Eropa atas masalah yang telah terbukti sulit dipecahkan untuk negosiasi ini. Uni Eropa mengusulkan pada Maret bahwa Irlandia Utara, yang merupakan bagian dari Inggris, harus terus mengikuti aturan UE, bahkan jika itu berarti diisolasi dari daratan Inggris.

Masalah perbatasan Irlandia mungkin menjadi batu sandungan terbesar, mengingat Irlandia Utara dan Republik Irlandia tidak ingin ada perbatasan yang membaginya setelah Amerika Serikat meninggalkan Uni Eropa.  Terlepas dari pandangannya tentang masalah ini, Barnier masih tidak mengesampingkan kemungkinan kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan.

"Jika hasil dari negosiasi panjang ini tidak ada kesepakatan maka langkah-langkah harus diambil di kedua sisi yakni adanya rencana darurat di bidang ini seperti yang lain," pungkasnya.

 


(ABD)