Kejatuhan Turki Bisa Memukul Pasar Global

Angga Bratadharma    •    Minggu, 12 Aug 2018 13:25 WIB
krisis turki
Kejatuhan Turki Bisa Memukul Pasar Global
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (AFP).

Ankara: Mata uang dan ekonomi Turki yang terguncang telah memberikan dampak terhadap negara berkembang lainnya serta mengekspos kerentanan di beberapa bank Eropa.

"Risiko bagi ekonomi Turki sangat besar. Ini adalah negara dengan ekonomi yang sangat bergantung pada aliran masuk modal asing," kata Kepala Ekonom Pasar Berkembang Capital Economics William Jackson, seperti dilansir dari CNBC, Minggu, 12 Agustus 2018.

Lira, turun sebanyak 80 persen terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dibandingkan dengan tahun lalu, jatuh dua kali lipatnya pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) karena Presiden Turki Recip Tayyip Erdogan gagal meyakinkan investor. Namun, ia mengimbau para nasionalisme Turki dan meminta rakyatnya untuk membuang USD dan emas untuk digantikan dengan lira.

"Saya tidak yakin Erdogan dengan cepat mencari bentuk resolusi di IMF. Karena ada politik dalam negeri yang menunjukkan ia menyiapkan untuk hari ini, bukan untuk memutuskan ekonomi yang bijaksana tapi memukul jauh pasukan asing yang ingin menjatuhkan Turki," kata Steven Cook, Peneliti Senior untuk studi Timur Tengah dan Afrika di Dewan Hubungan Luar Negeri (CFR).

"Setidaknya terdapat 37 persen pendukungnya di Turki yang mengikuti Erdogan tidak peduli dengan apapun risikonya, rakyatnya membakar USD ketika Erdogan mengatakan bakar USD," tutur Cook.

Lira Turki semakin cepat melemah pada Jumat waktu setempat setelah Presiden AS Donald Trump mengesahkan penggandaan tarif logam untuk Turki. Keputusan itu dilakukan atas sanksi AS sebagai tanggapan atas penolakan Turki untuk membebaskan pendeta Amerika Serikat yakni Andrew Brunson, yang diduga terlibat dalam upaya kudeta gagal 2016 melawan Erdogan.

Erdogan mengimbau kepada rakyatnya dan mencerca Barat yang mengklaim memiliki kekuatan untuk menghancurkan Turki. Ia menambahkan jalur suku bunga tidak berbeda dengan mencoba kudeta militer. Erdogan, yang memiliki kontrol defacto terhadap sistem perbankan telah menolak untuk menaikkan suku bunga lantaran mata uang sedang bergejolak.


 


(SAW)


Menkeu Bicara Kesuksesan Penyelenggaraan Pertemuan IMF-WB

Menkeu Bicara Kesuksesan Penyelenggaraan Pertemuan IMF-WB

2 hours Ago

Pertemuan tahunan IMF-World Bank Group 2018 telah resmi ditutup pada Minggu (14/10/2018). Acara…

BERITA LAINNYA