Royal Dutch Shell Berniat Jual Aset Minyak

Angga Bratadharma    •    Rabu, 30 Nov 2016 07:47 WIB
minyak mentah
Royal Dutch Shell Berniat Jual Aset Minyak
Ilustrasi (REUTERS/Atef Hassan)

Metrotvnews.com, London: Royal Dutch Shell (RDSa.L) sedang mempertimbangkan untuk menjual ladang minyaknya di Irak sebagai bagian dari program penjualan aset sebesasr USD30 miliar. Namun demikian, langkah itu masih harus melalui sejumlah pertimbangan dan pembahasan secara mendalam.

Harga minyak dunia yang terus mengalami penurunan sejak 2014 membuat perusahaan ingin fokus pada bisnis dengan pencetakan laba tertinggi seperti di LNG dan produksi minyak laut lepas di Brasil dan di Teluk Meksiko. Sejauh ini, harga minyak dunia masih berada pada tren melemah dan belum ada tanda-tanda menguat.

Mengutip Reuters, Rabu 30 November, sayangnya, seorang juru bicara Shell di London menolak berkomentar terkait hal itu. Dalam hal ini, menurut sebuah sumber, Shell terus melihat nilai yang ada dan terus berupaya mengembangkan bisnis gas di Irak dan tidak tertarik untuk menjual kepentingan mereka.

Baca: Pembeli Minyak Besar di Asia Berpeluang Cari Alternatif Lain

Iraq menyumbang sekitar 4,4 persen dari total produksi minyak dan gas Shell pada 2015, menurut laporan tahunan 2015. Angka itu tentu sangat besar. Akan tetapi, saat ini sejumlah negara yang tergabung dalam OPEC berupaya untuk memangkas atau memotong produksi minyak.


Ilustrasi minyak mentah (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Baghdad awalnya ingin menyaingi Arab Saudi dengan mencapai produksi lebih dari 10 juta barel per hari (bph). Tapi sayangnya, birokrasi, korupsi, dan infrastruktur yang buruk menjadi di antara penghambat pencapaian target tersebut.

Baca: Kemenangan Trump Tidak Pengaruhi Kontrak Minyak Iran

Harga minyak dunia meningkat secara substansial pada Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB), karena Irak dan Iran keduanya menyatakan kesediaan untuk memangkas produksi minyak mentah mereka.

Baca: Pembeli Minyak Besar di Asia Berpeluang Cari Alternatif Lain

Harga minyak pada awalnya merosot sebanyak dua persen, namun kemudian melonjak setelah media melaporkan Menteri Perminyakan Irak mengatakan negara itu akan bekerja sama dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima semuanya.

 


(ABD)