Bank Dunia: Perubahan Iklim jadi Ancaman Pembangunan Global

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 11 Oct 2018 11:34 WIB
ekonomi duniaIMF-World Bank
Bank Dunia: Perubahan Iklim jadi Ancaman Pembangunan Global
Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim (Goh Chai Hin/AFP)

Bali: Bank Dunia atau World Bank menyebut ancaman terbesar dunia saat ini bukan hanya dampak kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Tiongkok, namun yang lebih berat yaitu perubahan iklim.

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan perubahan iklim merupakan ancaman eksistensial terhadap pembangunan global. Selain itu, menjadi ancaman dalam upaya untuk mengakhiri kemiskinan. Karenanya perlu ada upaya bersama untuk mengantisipasi perubahan iklim tersebut.

"Pemanasan planet berdampak besar bagi masyarakat miskin dan paling rentan," kata Jim Yong Kim, di sela-sela pertemuan tahunan IMF-WB 2018, di Bali, Kamis, 11 Oktober 2018.

Menurut Jim Yong Kim perubahan iklim menjadi salah satu isu penting yang dihadapi ekonomi global. Isu ini pun menjadi salah satu yang dibahas dalam pertemuan tahunan. Berdasarkan laporan IPCC, tambahnya, menunjukkan dunia akan terus memanas hingga 1,5 derajat celcius.

Jim Yong Kim menilai kondisi itu akan mempengaruhi setiap makhluk hidup di planet ini untuk hari ini dan di masa mendatang. "Waktu kita jauh lebih sedikit dari yang kita duga dan jauh lebih sedikit dari apa yang kita butuhkan," tukas dia.

Sebelumnya, Bank Dunia menyarankan Indonesia menambah dana untuk memitigasi bencana. Dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia memang dilanda berbagai bencana alam mulai dari gempa di Lombok hingga gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

CEO World Bank Kristalina Georgieva mengatakan pemerintah bisa menambah modal lebih banyak untuk kesiapan dan pencegahan, serta membangun lebih proyek infrastruktur setelah bencana. Di sisi lain, pihaknya juga siap membantu jika dibutuhkan.

"Kami siap mendukung membangun kembali sekolah, rumah sakit, rumah-rumah (perumahan). Kurang lebih ketika bencana itu datang lagi, bangunan tersebut dapat kokoh menahan bencana," pungkas Kristalina di Hotel Westin.

 


(ABD)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

20 hours Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA