Kesepakatan Dagang AS-Tiongkok Harus Timbal Balik

   •    Rabu, 09 Jan 2019 12:18 WIB
as-tiongkokPerang dagang
Kesepakatan Dagang AS-Tiongkok Harus Timbal Balik
Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) dan Presiden AS Donald Trump. (FOTO: AFP)

Shanghai: Tiongkok tertarik untuk mengakhiri sengketa perdagangan dengan Amerika Serikat (AS). Namun tidak akan membuat "konsensi tak masuk akal" apapun dan setiap kesepakatan harus melibatkan kompromi antar kedua belah pihak.

Demikian seperti dilaporkan surat kabar nasional China Daily, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 9 Januari 2019.

Pejabat AS dan Tiongkok sedang melakukan perundingan di Beijing, yang pertama sejak Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menyepakati gencatan senjata 90 hari dalam perang dagang yang mengacaukan pasar keuangan dunia.

Perundingan perdagangan yang berlangsung sejak Senin terus berlanjut hingga Rabu. Surat kabar China Daily menyebutkan dalam sebuah editorial tentang pendirian kuat Beijing bahwa sengketa perdagangan tersebut membahayakan kedua negara dan menganggu rantai pasokan dan ketertiban perdagangan internasional.

"Namun, pihaknya juga menjelaskan mereka tidak akan mengupayakan solusi terhadap gesekan perdagangan dengan membuat konsensi tidak masuk akal, dan kesepakatan apapun harus melibatkan timbal balik (take and give) dari kedua belah pihak," katanya.

Presiden Trump dan sejumlah pejabat AS mengatakan pembicaraan tersebut berjalan mulus dan terdapat indikasi progres atas sejumlah isu termasuk pembelian komoditas energi dan pertanian AS serta meningkatnya akses ke sejumlah pasar Tiongkok.

Namun, orang-orang yang akrab dengan pembicaraan tersebut mengungkapkan dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu semakin jauh terpisah dari reformasi struktural Tiongkok yang dituntut pemerintahan Trump agar menghentikan dugaan pencurian dan pemindahan paksa teknologi AS, serta tentang bagaimana Beijing memegang janji-janjinya tersebut.

 


(AHL)