Wall Street Menguat Usai Laporan PDB AS Positif

   •    Rabu, 30 Nov 2016 08:13 WIB
wall street
Wall Street Menguat Usai Laporan PDB AS Positif
Ilustrasi kegiatan di bursa AS, Wall Street (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Saham-saham AS berakhir sedikit lebih tinggi pada Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB), karena Wall Street mempertimbangkan data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan.

Mengutip Antara, Rabu 30 November, indeks Dow Jones Industrial Average naik 23,70 poin atau 0,12 persen menjadi ditutup pada 19.121,60 poin. Indeks S&P 500 bertambah 2,94 poin atau 0,13 persen menjadi berakhir di 2.204,66 poin, dan indeks komposit Nasdaq naik 11,11 poin atau 0,21 persen menjadi 5.379,92 poin.

Produk Domestik Bruto (PDB) AS meningkat pada tingkat tahunan sebesar 3,2 persen di kuartal ketiga 2016, mengalahkan konsensus pasar sebesar 3,1 persen, menurut estimasi kedua yang dirilis oleh Departemen Perdagangan, Selasa. Perkiraan kedua lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 2,9 persen. Pada kuartal kedua, PDB riil meningkat 1,4 persen.

Baca: Dow Jones Catat Rekor Penutupan Tertinggi Sejak 2011

"Belanja konsumen mendorong pertumbuhan kuartal terbaik dalam dalam dua tahun, menambah optimisme baru-baru ini dan lebih memperkuat alasan Fed melanjutkan kenaikan suku bunganya pada Desember," kata Jay Morelock dan Sophia Kearney-Lederman, ekonom di FTN Financial dalam catatan bersama mereka.


Aktivitas perdagangan di Wall Street (REUTERS/Brendan McDermid)

Menurut alat FedWatch CME Group, Selasa, ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 96,3 persen. Pada berita ekonomi lainnya, Indeks Keyakinan Konsumen Conference Board datang di 107,1 pada November, naik dari 100,8 pada Oktober.

Baca: Wall Street Berakhir Rendah Akibat Aksi Ambil Untung

Sementara itu, pedagang terus memantau volatilitas harga minyak  menjelang pertemuan penting Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada 30 November. OPEC telah sepakat pada September untuk memangkas produksi di tengah banjir pasokan global, tetapi meninggalkan rincian tentang  berapa banyak pengurangan produksi untuk setiap anggota.

Baca: Black Friday, Wall Street Sentuh Rekor Tertinggi

Harga minyak bergerak zigzag baru-baru ini, dengan kedua kontrak, minyak mentah AS dan minyak mentah Brent jatuh hampir empat persen pada Selasa, di tengah berita bahwa produsen-produsen minyak utama tidak setuju tentang distribusi pengurangan produksi.

 


(ABD)