Di KTT APEC, Jokowi Bahas Ekonomi Maritim & Ketimpangan

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 11 Nov 2017 14:42 WIB
ktt apec
Di KTT APEC, Jokowi Bahas Ekonomi Maritim & Ketimpangan
Presiden Joko Widodo (kedua dari kanan) dalam ABAC Dialogue. (FOTO: dokumentasi Setkab)

Da Nang, Vietnam: Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas perihal isu ketimpangan dan kesenjangan yang terjadi di negara berkembang dan negara maju saat ini.

Jokowi mengatakan hal tersebut saat mengikuti pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC) Dialogue dan pertemuan APEC-ASEAN Leaders dengan para kepala negara anggota APEC kawasan Furama Resort, Da Nang, Vietnam.

Dituturkan Co-Chair ABAC Indonesia, Anindya Bakrie, Presiden menggarisbawahi bahwa kedepannya, apa pun yang dilakukan di APEC setelah 2020 harus menyoroti berapa banyak kesenjangan yang haru diobati.

Dia menambahkan, selama ini orang selalu bicara mengenai perdagangan dan investasi, yang memang naik selama 25 tahun berpindah dari Atlantik ke Pasifik.


Presiden Jokowi saat menghadiri agenda KTT APEC 2017. (FOTO: dokumentasi Setkab)

Anindya pun mengungkapkan hal menarik lainnya. Yakni saat Jokowi menyampaikan bahwa APEC adalah dua per tiga ini adalah air, mirip dengan Indonesia dua per tiga air, tapi yang dibicarakan mengenai perdagangan dan investasi umumnya hanya fokus ke darat.

"Di sini Presiden mengatakan bahwa ekonomi maritim atau namanya apapun blue economy itu sangat penting, bukan saja buat konektivitas mengurangi biaya pengiriman dan lain-lain, tapi lebih dari itu juga dapat membuat aquakultur itu berkembang," jelas Anindya, seperti dikutip dari laman Setkab, Sabtu 11 November 2017.

Dalam forum yang dihadiri oleh 21 pemimpin APEC, tuan rumah Vietnam menyampaikan lima isu besar yakni mengenai visi APEC setelah 2020, konektivitas, financial inclusion, lalu juga UMKM dan yang terakhir sustainable development.

Beberapa rangkaian agenda APEC masih akan diikuti oleh Presiden Jokowi di Da Nang, Vietnam. Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja kali ini Seskab Pramono Anung, dan Wamenlu AM Fachir.

 


(AHL)