Produksi Pabrik di Tiongkok Menguat di Mei 2017

Angga Bratadharma    •    Senin, 19 Jun 2017 07:00 WIB
ekonomi chinationgkok
Produksi Pabrik di Tiongkok Menguat di Mei 2017
Bendera Tiongkok (AFP PHOTO/GREG BAKER)

Metrotvnews.com, Tiongkok: Hasil produksi pabrik dan penjualan ritel Tiongkok tumbuh dengan baik pada Mei 2017. Namun sayangnya, laju investasi melambat dan memperkuat pandangan bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia ini akan segera mulai kehilangan beberapa momentum akibat kenaikan biaya pinjaman dan pasar properti yang 'mendingin'.

Kekhawatiran global tentang Tiongkok telah muncul kembali sejak Moody's Investors Service menurunkan peringkat kreditnya bulan lalu, dengan mengatakan bahwa mereka memperkirakan kekuatan keuangan Tiongkok akan terkikis dalam tahun-tahun mendatang karena pertumbuhan melambat dan utang terus meningkat.

Mengutip Reuters, Senin 19 Juni 2017, namun sebagian besar analis memprediksi Tiongkok hanya sedikit kehilangan momentum dalam beberapa bulan mendatang, terutama karena pemerintah sangat ingin mempertahankan stabilitas pasar ekonomi dan keuangan menjelang perombakan kepemimpinan politik utama di musim gugur.

Data Mei yang dirilis pada Rabu tampaknya memperkuat pandangan konsensus tersebut, dengan hasil produksi pabrik dan penjualan ritel yang solid, dan hanya sedikit penurunan investasi aset tetap. Namun, investasi properti dan konstruksi menunjukkan perlambatan yang jauh lebih tajam setelah beberapa langkah 'pendinginan' pemerintah dalam beberapa bulan terakhir.

Hasil produksi pabrik mengalami kenaikan sebanyak 6,5 persen di Mei dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, data biro statistik menunjukkan. Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan produksi pabrik akan tumbuh 6,3 persen di Mei, sedikit berkurang dari 6,5 persen di April.

Tapi, untuk saat ini, aktivitas manufaktur masih tampak didukung oleh ledakan konstruksi sepanjang tahun yang didorong oleh fasilitas infrastruktur pemerintah dan pasar properti yang memanas. Penjualan mesin penggali dua kali lipat di Mei dari tahun sebelumnya, menurut sebuah situs industri

 


(ABD)