Moody's Naikkan Peringkat Perbankan Indonesia

   •    Selasa, 13 Jun 2017 20:51 WIB
ekonomi indonesia
Moody's Naikkan Peringkat Perbankan Indonesia
Moody. Dok: Reuters.

Metrotvnews.com, Jakarta: Moody's, lembaga pemeringkat rating, memandang perbaikan kualitas aset dan lingkungan operasional sistem perbankan nasional telah membaik, serta selalu mendapat dukungan yang memadai dari pemerintah. Hal itu membuat Moody's, salah satu dari tiga lembaga pemeringkat internasional terkemuka, menaikkan prospek (outlook) perbankan Indonesia dari stabil ke positif.

"Perbankan Indonesia mendapat manfaat dari perbaikan sistem operasional dalam 12 hingga 18 bulan ke depan, seiring dengan pulihnya pertumbuhan ekonomi yang didukung dengan kebijakan makroekonomi dan menguatnya pasar komoditas strategis," kata Vice President dan Senior Credit Officer Moody's Srikanth Vadlamani dari Antara, Selasa 13 Juni 2017.

Moody's, menurut Vadlamani, memerkirakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 5,2 persen pada 2017, dan akan meningkat lagi menjadi 5,3 persen pada 2018 mendatang. Angka tersebut lebih baik dibanding realisasi pertumbuhan PDB pada 2016 yakni di kisaran lima persen.

Selain lingkungan operasional dan kualitas aset, Moody's juga menilai industri perbankan Indonesia dari tiga aspek lainnya yakni pendanaan dan likuiditas yang dinilai stabil, kemudian profitabilitas dan efisiensi yang dinilai membaik, serta terkahir sistem pendukung yang dinilai membaik.

Untuk pendanaan dan likuiditas, Vadlamani menilai kondisinya stavbil karena tekanan dari pertumbuhan kredit yang tinggi juga akan dikompenasasi dengan naiknya pertumbuhan simpanan, terutama deposito.

Bank-bank di Indonesia dinilai memiliki ketergantungan yang kecil terhadap dana-dana skala menengah dan besar atau di luar dana murah, dan neracanya relatif lancar dengan aset obligasi negara dan aset lancar lainnya di kisaran 27 persen dari aset sistem perbankan pada akhir Maret 2017 lalu. Seluruh bank yang diperingkat Moody's, memenuhi standar minimum rasio kecukupan likuiditas (LCR).

Untuk profitabilitas perbankan, lanjut Vadlamani, akan terus ditopang oleh margin bunga bersih di kisaran 5,3 persen. Angka itu adalah yang terbesar dibandingkan dengara negara-negara dengan potensi ekonomi yang sama dengan Indonesia.

Untuk aspek yang menjadi indikator kelima, Moody's menilai dukungan pemerintah dalam menjaga bisnis perbankan sangat baik. Kerentanan ekonomi Indonesia terhadap gejolak eksternal juga menurun yang dibarengi dengan stabilitas makro ekonomi serta disiplin belanja dalam APBN.


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

3 days Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA