Bursa Saham Inggris Naik 0,31%

   •    Sabtu, 15 Sep 2018 10:31 WIB
bursa sahambrexitekonomi inggris
Bursa Saham Inggris Naik 0,31%
Ilustrasi (AFP PHOTO/SHAUN CURRY)

London: Bursa saham Inggris naik pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), dengan indeks acuan FTSE 100 naik 0,31 persen atau 22,47 poin menjadi ditutup pada 7.304,04 poin. Di sisi lain, Pemerintah Inggris terus melakukan lobi agar keputusan Brexit tetap memberikan keuntungan bagi perekonomian Inggris.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 15 September 2018, Tui Ag, kelompok perjalanan liburan Inggris, melonjak 3,81 persen dan menjadi pemenang tertinggi di saham unggulan. Burberry Group dan Rolls-Royce Holdings meningkat masing-masing 3,36 persen dan 2,74 persen.

SSE, sebuah perusahaan energi Skotlandia, adalah pemain terburuk di saham unggulan dengan sahamnya kehilangan 3,21 persen. Gvc Holdings, grup taruhan olahraga dan game multinasional, turun 2,55 persen. Informa, peristiwa multinasional dan perusahaan penerbitan, turun 2,13 persen.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 8,68 poin atau 0,03 persen menjadi 26.154,67. Sedangkan S&P 500 naik 0,80 poin atau 0,03 persen menjadi 2.904,98. Indeks Nasdaq Composite turun 3,67 poin atau 0,05 persen menjadi 8.010,04.

United Technologies dan Boeing termasuk di antara pemenang terbesar. Saham perusahaan masing-masing naik 1,68 persen dan 1,22 persen pada penutupan perdagangan. Sementara itu, saham Apple ditutup 1,14 persen lebih rendah, setelah sesi sebelumnya yang kuat.

Pada data ekonomi, penjualan ritel AS meningkat 0,1 persen pada Agustus dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Departemen Perdagangan AS mengatakan. Kondisi ini adalah kenaikan terkecil dalam enam bulan. Sedangkan harga impor AS turun 0,6 persen pada Agustus, menyusul penurunan 0,1 persen bulan sebelumnya, menurut statistik dari Departemen Tenaga Kerja.

Sementara itu, harga untuk ekspor AS turun sebanyak 0,1 persen, setelah turun 0,5 persen di Juli. Sentimen konsumen AS mencapai 100,8 pada September, naik dibandingkan dengan posisi 96,2 pada Agustus, mengalahkan konsensus pasar, menurut survei terbaru oleh University of Michigan.

 


(ABD)