Bursa Saham Inggris Naik 1,10%

   •    Sabtu, 04 Aug 2018 08:32 WIB
bursa sahambrexitekonomi inggris
Bursa Saham Inggris Naik 1,10%
Ilustrasi (AFP PHOTO/BEN STANSALL)

London: Bursa saham Inggris naik pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), dengan indeks acuan FTSE 100 naik sebanyak 1,10 persen atau 83,17 poin menjadi ditutup pada 7.659,10 poin. Di sisi lain, bank sentral Inggris memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan meski sedang terjadi ketidakpastian ekonomi akibat Brexit.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 4 Agustus 2018, Mondi, kemasan internasional dan grup kertas, melonjak 7,92 persen, pemenang terbaik di deretan saham unggulan. Kepemilikan Rolls-royce dan royal bank dari kelompok Skotlandia masing-masing meningkat 3,40 persen dan 3,08 persen.

Grup maskapai penerbangan konsolidasi internasional, grup maskapai penerbangan, adalah pemain terburuk di saham unggulan, dengan sahamnya turun 2,22 persen. Sistem Bae, perusahaan pertahanan, keamanan, dan kedirgantaraan multinasional Inggris, turun 1,36 persen. Sky, perusahaan media dan telekomunikasi Inggris, turun 0,43 persen.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 136,42 poin atau 0,54 persen menjadi 25.462,58. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 13,13 poin atau 0,46 persen menjadi 2,840.35. Indeks Nasdaq Composite naik 9,33 poin atau 0,12 persen menjadi 7.812,01.

IBM termasuk yang terbaik kinerjanya dengan sahamnya naik 3,32 persen. Saham Apple ditutup 0,29 persen lebih tinggi. Saham Apple telah melonjak sejak melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan setelah bel. Adapun iPhone menjadi perusahaan AS pertama yang nilai kapitalisasinya mencapai USD1 triliun.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa total penggajian pekerja nonpertanian naik sebesar 157.000 pada Juli, dan tingkat pengangguran turun tipis menjadi 3,9 persen. Laporan itu menunjukkan ekonomi AS menambahkan lebih sedikit lapangan pekerjaan pada Juli dari apa yang diharapkan para ekonom, sekitar 190.000 pekerjaan baru.

Data pekerjaan mengirim indeks USD, pengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang asing utama lainnya, turun 0,12 persen menjadi 94,875 pada pukul 16.36 GMT. Sejumlah peristiwa ekonomi biasanya memberikan efek terhadap pergerakan USD.

Di sisi lain, ketakutan bahwa permintaan Tiongkok dapat berkurang memicu kemunduran setelah perusahaan minyak utama negara itu, Sinopec, memangkas pembelian minyak mentah AS. Unipec dari Tiongkok, unit perdagangan Sinopec, telah menghentikan impor minyak mentah dari Amerika Serikat akibat meningkatnya perselisihan perdagangan.

 


(ABD)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA