AS-Tiongkok Dinilai Dorong Perlambatan dalam Pertumbuhan Ekonomi Global

   •    Selasa, 11 Sep 2018 15:04 WIB
ekonomi amerikaekonomi chinationgkokas-tiongkokPerang dagang
AS-Tiongkok Dinilai Dorong Perlambatan dalam Pertumbuhan Ekonomi Global
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping (FOTO: AFP)

Italia: Kebijakan ekonomi yang ditempuh oleh Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dapat menyebabkan perlambatan besar-besaran dalam pertumbuhan ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi di AS memang tetap kuat pada 2018, namun di banyak bagian dunia tanda-tanda memburuknya momentum telah muncul sejak awal tahun.

Pertumbuhan ekonomi global yang kuat dan disinkronkan pada 2017 sepertinya telah memberi jalan untuk pandangan yang lebih bervariasi dengan meningkatnya ketegangan perdagangan global, khususnya antara Washington dan Beijing. Padahal penting untuk menjaga pasar keuangan tetap tenang.

Selain itu, Ketua Financial Services Authority (FSA) Inggris Adair Turner mengatakan, investor juga tertarik untuk melihat bagaimana paket pemotongan pajak AS yang besar memengaruhi perekonomian. Tidak ditampik, keputusan pemotongan pajak oleh Trump bisa memberikan stimulus terhadap perekonomian AS.

"Skala ekspansi Trump di AS dapat menyebabkan tekanan inflasi yang menghasilkan kenaikan suku bunga AS lebih cepat daripada yang kami perkirakan. Dan itu mungkin akan menghasilkan pelambatan mendadak dalam ekonomi AS," kata Adair Turner, seperti dikansir dari CNBC, Selasa, 11 September 2018.

Bersamaan dengan itu, ia berpendapat, upaya Tiongkok yang sedang berlangsung untuk menyeimbangkan kembali ekonominya umumnya jauh dari konstruksi dan menuju kebijakan konsumsi yang kemungkinan akan mendorong perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

"Kedua hal itu bersama-sama dapat menghasilkan perlambatan besar dalam ekonomi global pada 2020. Kemudian perlambatan ekonomi Eropa, dan di mana saya pikir masalah itu akan muncul. Dan mungkin di sini (Italia)," ujarnya.

"Utang Pemerintah Italia berkelanjutan jika ekonomi Italia terus berjalan. Anda hanya perlu resesi kecil di Uni Eropa dan kita bisa kembali membicarakan tentang apa yang akan Anda lakukan tentang utang Italia," pungkas Turner.

 


(ABD)