Alibaba Berencana Impor Barang dari Indonesia

   •    Rabu, 07 Nov 2018 12:04 WIB
alibabaekonomi indonesia
Alibaba Berencana Impor Barang dari Indonesia
Ilustrasi (AFP/ALAIN JOCARD)

Beijing: Raksasa perdagangan berbasis elektronik (e-commerce) asal Tiongkok, Alibaba Group mengalokasikan dana sedikitnya USD200 miliar untuk mengimpor barang dari 120 negara, termasuk Indonesia, dalam jangka lima tahun mendatang.

"Globalisasi merupakan salah satu strategi penting untuk pertumbuhan jangka panjang Alibaba. Kami sedang membangun infrastruktur perdagangan masa depan untuk merealisasikan ekonomi digital global yang memungkinkan setiap negara di dunia ini bisa berjualan," kata CEO Alibaba Group Daniel Zhang, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 7 November 2018.

"Dengan memanfaatkan teknologi inovatif dan kemampuan ekosistem yang dimiliki Alibaba, kami berkomitmen menciptakan perdagangan global lebih inklusif sesuai dengan misi kami, yakni memudahkan usaha di mana saja," tambahnya.

Selama periode 2019-2023, Alibaba akan mengimpor sejumlah komoditas dari berbagai negara, di antaranya Jerman, Jepang, Australia, Amerika Serikat, Indonesia, dan Korea Selatan. Beberapa perusahaan global, seperti P&G, Nestle, JBS, dan Refa merupakan mitra utama jaringan Alibaba.

Melalui kolaborasi dengan sejumlah unit bisnis Alibaba, produk-produk perusahaan global tersebut secara efektif dapat memanfaatkan masyarakat kelas menengah Tiongkok sebagai elemen utama pertumbuhan sektor konsumsi di negara berpenduduk terbanyak itu.

"Kelas menengah Tiongkok sedang booming. Saat pendapatan naik, masyarakat Tiongkok menginginkan kecepatan akses terhadap banyak produk berkualitas tinggi dari berbagai negara di dunia," kata GM Ekspor-Impor Tmall, Alvin Liu.

"Tmall berada di posisi yang tepat untuk membantu merek-merek internasional memasuki pasar Tiongkok yang sedang berkembang pada saat para konsumen sedang memperbaiki taraf hidupnya," ujar pengelola salah satu platform belanja daring milik Alibaba.

Seperti laporan terpadu Deloitte, Divisi Perdagangan Internasional Kadin Tiongkok, dan AliResearch bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan pendapatan masyarakat kelas menengah ke atas yang membutuhkan barang-barang impor berkualitas.


(ABD)