Bursa Saham Amerika Serikat Ditutup Bervariasi

   •    Rabu, 12 Dec 2018 07:02 WIB
wall street
Bursa Saham Amerika Serikat Ditutup Bervariasi
Ilustrasi (AFP PHOTO/Bryan R. Smith)

New York: Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi setelah bergerak berfluktuasi karena para investor mempertimbangkan data ekonomi di tengah kemungkinan kemajuan perdagangan.

Mengutip Antara, Rabu, 12 Desember 2018, indeks Dow Jones Industrial Average menurun 53,02 poin atau 0,22 persen, menjadi berakhir di 24.370,24 poin. Indeks S&P 500 berkurang 0,94 poin atau 0,04 persen, menjadi ditutup di 2.636,78 poin. Sementara itu, Indeks Komposit Nasdaq meningkat 11,31 poin atau 0,16 persen, menjadi berakhir di 7.031,83 poin.

Pasar memiliki awal sesi yang positif dengan Dow Jones melompat lebih dari 360 poin pada level tertingginya. Namun, tiga indeks utama sering berganti-ganti antara keuntungan dan kerugian sepanjang sesi sore, menampilkan gejolak lain dari volatilitas pasar.

Saham Travelers Companies dan Boeing masing-masing turun 1,65 persen dan 1,32 persen, memimpin pelambatan di Dow. Namun demikian, Nike dan Verizon Communications masing-masing naik 1,46 persen dan 1,00 persen, merupakan dua advancers terbesar dalam indeks 30 saham.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan konsumen naik 0,85 persen, memimpin kenaikan. Sektor finansial menurun lebih dari 1,00 persen setelah sesi sebelumnya melemah. Jasa-jasa komunikasi dan teknologi meningkat, berkontribusi pada kenaikan indeks teknologi Nasdaq.

Para investor memperhatikan perkembangan perdagangan antara Washington dan mitra dagang utamanya. Pejabat-pejabat dari Tiongkok dan Amerika Serikat membahas perselisihan perdagangan antara kedua negara. Kedua belah pihak saling bertukar pandangan tentang jadwal dan peta jalan untuk mendorong pembicaraan perdagangan berikutnya.

Wall Street telah bergulat dengan masalah perdagangan untuk sebagian besar waktu tahun ini, karena mereka dapat memengaruhi ekonomi global dan pendapatan perusahaan. Di sisi ekonomi, indeks harga produsen AS naik 0,1 persen pada November, mengalahkan perkiraan, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Selasa 11 Desember.

Optimisme usaha kecil AS merosot pada November. Indeks turun 2,6 poin menjadi 104,8 dengan lebih dari separuh penurunan disebabkan oleh ekspektasi kondisi-kondisi bisnis dan ekspektasi penjualan riil, menurut laporan yang dirilis oleh Federasi Nasional Bisnis Independen (National Federation of Independent Business).

 


(ABD)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

7 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA